Connect with us

Natuna

Guru Ngaji Kelarik Menangis Terima Insentif, 20 Tahun Mengajar Tanpa Imbalan

Published

on

IMG 20260313 WA0129
Minarni, guru ngaji rumahan di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, tak kuasa menahan haru saat menerima insentif dari Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam Safari Ramadan di Masjid Baitul Amin, Rabu (11/3).

Natuna, Kabarbatam.com – Minarni, guru ngaji rumahan di Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, tak kuasa menahan haru saat menerima insentif dari Bupati Natuna Cen Sui Lan dalam Safari Ramadan di Masjid Baitul Amin, Rabu (11/3).

Selama sekitar 20 tahun mengajar mengaji secara sukarela, baru kali ini ia merasakan perhatian langsung dari pemerintah daerah.

Safari Ramadan Bupati Natuna di Kecamatan Bunguran Utara disambut hangat masyarakat. Namun bagi puluhan guru ngaji rumahan, momen itu terasa lebih emosional.

Minarni menjadi salah satunya. Saat menerima insentif dari Bupati Cen Sui Lan, ia beberapa kali menyeka air mata.

“Sudah 20 tahun saya mengabdi sebagai guru ngaji rumahan. Baru tahun ini diberikan perhatian. Terima kasih Ibu Bupati,” ujar Minarni dengan suara bergetar.

Selama ini ia mengajar anak-anak mengaji di rumah tanpa memungut biaya dari orang tua. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi penyemangat bagi para guru ngaji yang selama ini mengabdi secara sukarela.

Ia berharap program insentif bagi guru ngaji rumahan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjalankan program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada para tokoh agama dan pengajar mengaji.

“Ke depan kita berupaya menambah nominalnya, tentu menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang diharapkan semakin membaik,” kata Cen.

Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan insentif bagi 1.039 pemuka agama dan penjaga rumah ibadah di wilayah tersebut. Program ini mencakup imam dan marbot masjid serta surau, pendeta dan penjaga gereja, hingga biksu dan penjaga wihara.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Natuna, Sudirman, menjelaskan setiap penerima memperoleh insentif Rp250 ribu per bulan.
“Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, tahun ini insentif hanya dapat diberikan selama lima bulan,” ujarnya.

Dengan skema tersebut, setiap penerima akan memperoleh total Rp1,25 juta. Pada tahap awal, pembayaran dilakukan untuk tiga bulan, terhitung Januari hingga Maret.

Penyerahan insentif dijadwalkan bertepatan dengan rangkaian Safari Ramadan Bupati Natuna, sehingga momentum bulan suci sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama.

Program insentif guru ngaji rumahan sendiri mulai dijalankan sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua. Pemerintah daerah terus memperbarui data penerima melalui pendataan di tingkat RT dan RW agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak pengajar agama di masyarakat. (Man)

Advertisement

Trending