Headline

Barantan RI Ekspor 40 Ton Kelapa melalui Pelabuhan di Karimun

,


Karimun, Kabarbatam.com– Badan Karantina Pertanian (Barantan) Indonesia terus berupaya untuk memulihkan perekonomian ditengah pandemi COVID-19.

Salah satunya yang dilakukan oleh Barantan RI yakni menggelar pelepasan ekspor komoditas kelapa ke negara tetangga.

Pelepasan ekspor komoditas pertanian unggulan tersebut dilakukan di Dermaga PT Saricotama Indonesia, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Rabu (15/7/2020).

Bahkan, kegiatan pelepasan ekspor komoditas kelapa itu dihadiri langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil dan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian Mujahidin Fahmid, menggantikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang berhalangan hadir.

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Syamsul Bahrum Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun Willy Indra Yunan, serta Forum Koordinasi Kepemimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Karimun

“Hari ini kami melepas ekspor komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Karimun oleh PT Saricotama yakni bungkil kelapa dengan volume 35 ton ke Negara Malaysia termasuk air kelapa dengan volume 5 ton dan kulit bakau ke Negara Filipina,” ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil.

Ali Jamil mengatakan, PT Saricotama Indonesia mampu mengirim empat kali setiap minggunya dengan volume hampir 1.000 ton komoditas kelapa.

Atas hal tersebut, Kementrian Pertanian menginginkan agar PT Saricotama Indonesia kedepannya bisa terus berkembang hingga mampu mengekspor komoditas lainnya selain bungkil kelapa. Seperti, santan kelapa, tepung kelapa bahkan minyak kelapa.

“Apabila perusahaan kedepannya terus berkembang dengan mengekspor komoditas lainnya, tentu hal ini bisa meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian kita, terlebih apabila perusahaan bisa menjualnya maka daya beli di petani juga dapat ditingkatkan,” Katanya.

Dalam meningkatkan ekspor di Indonesia, Ali Jamil menjelaskan, bahwa Menteri Pertanian bapak Syahrul Yasin Limpo telah membuat program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor).

Gratieks tersebut merupakan upaya Kementrian Pertanian agar dalam 5 tahun ke depan kegiatan ekspor bisa mencapai 300% atau 3 kali lipat.

Selain itu juga bertujuan agar Kementrian Pertanian selaku otoritas karantina bertugas untuk melakukan percepatan layanan perkarantinaan.

“Tidak hanya cepat, namun juga harus dapat memastikan bahwa komoditas pertanian yang diekspor telah memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari sehingga dapat diterima di negara tujuan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Kementerian Pertanian guna terus mendorong ketahanan pangan dan ekspor di Karimun.

Dorongan tersebut baik sisi teknologi, pemanfaatan lahan dan juga permodalan lewat KUR yang digulirkan Kementrian Pertanian.

“Kami berkeyakinan dengan pemanfaatan teknologi terutama di bidang pertanian bisa menambah produktivitas dan pendapatan petani dan pelaku agribisnis di Kabupaten Karimun,” ujar Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq menambahkan, saat ini jumlah petani berbagai komunitas di Karimun sebanyaj 5.176 petani.

Untuk itu, ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karimun akan terus mendukung segala program Kementrian Pertanian.

“Kami mengusulkan peluang ekspor-ekspor komoditas pertanian lainnya seperti bawang, jagung, dan pisang tanduk, kami siap dengan luas tanah yang memungkinkan untuk mengembangkan ini, untuk itu semoga apa yang kami usulkan ini dapat menjadi skala prioritas oleh Kementrian Pertanian,” ungkap Rafiq.

Click to comment

Trending

Exit mobile version