Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Headline

Bupati Karimun Wacanakan Lockdown Menyusul Melonjaknya Kasus COVID-19

Avatar

Published

on

Foto Gambar Bupati Karimun Wacanakan Lockdown Menyusul Melonjaknya Kasus COVID-19 - IMG 20200824 WA0253
Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq. S.Sos.,M.Si.

Karimun, Kabarbatam.com – Lockdown atau karantina wilayah, menjadi salah satu cara suatu negara untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 atau virus corona.

Penetapan status lockdown itu sendiri diketahui merupakan wewenang pemerintah setempat yang biasanya ditetapkan apabila wilayah tersebut memiliki jumlah kasus COVID-19 yang begitu banyak.

Ketika suatu wilayah ditetapkan status lockdown, nantinya di wilayah tersebut akan mengunci akses masuk dan keluar yang kemudian diikuti dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah dan universitas, hingga tempat-tempat umum.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Melonjaknya kasus COVID-19 atau virus corona di wilayah tersebut, membuat Bupati Karimun Aunur Rafiq mempertimbangkan untuk segera menetapkan status lockdown.

Namun, Bupati mengaku akan mengambil status itu apabila hasil tracing terhadap temuan klaster baru di Pulau Karimun Besar sudah keluar dari BTKLPP Batam.

“Jika positif COVID-19 kembali bertambah, baru akan kita tutup semua akses masuk dalam hal ini pelabuhan,” ujar Aunur Rafiq.

Baca Juga : Sempat Tutup karena Covid, Puskesmas Tanjungbatu Karimun Kembali Buka Pelayanan

Rafiq mengatakan, dirinya tidak akan tergesa-gesa dalam penetapan status lockdown tersebut, menurutnya hal itu harus mempertimbangkan aspek ekonomi dahulu .

“Tapi kita lihat dulu lah, tidak bisa juga kita jelaskan terburu-buru,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, munculnya klaster baru di Karimun tersebut yakni dari seorang pegawai di instansi vertikal yang memiliki riwayat perjalanan dari Jawa Barat.

Dinas Kesehatan Karimun, kemudian mengambil langkah tracing terhadap 57 orang yang diduga memiliki kontak erat dengan pasien klaster baru tersebut.

Selain itu, pada Sabtu (22/8/2020), juga kembali dilakukan tracing terhadap 70 orang, dari kasus baru ini, memunculkan 5 positif COVID-19 yang tersebar di Pulau Karimun di antaranya tiga Kecamatan yakni Karimun, Tebing, dan Meral.

“Ini klasternya tersendiri di Karimun, bukan dari klaster Kundur,” tutupnya. (Yogi)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending