Connect with us

Headline

Isdianto Jawaban atas Kerinduan Masyarakat Akan Sani, Ismeth dan Huzrin Hood

Published

on

Calon Gubernur Kepri H. Isdianto, didampingi tokoh Kepulauan Riau Huzrin Hood, dalam kegiatan kampanye belum lama ini.

 
Kerinduan akan sosok legendaris di jagat perpolitikan negeri Melayu yakni hadirnya Huzrin Hood dan Ismeth Abdullah terbayar sudah.
Sang calon gubernur Isdianto hadir menjawab kerinduan akan sosok Ismeth Abdullah dan Huzrin Hood hingga Muhammad Sani yang besar jasanya untuk pembangunan Kepri.
Karena melihat sosok Isdianto, orang akan mengingat Muhammad Sani. Nada suaranya persis Muhammad Sani. Gaya dan intonasinya, gerak tubuhnya pun mirip.
Melihat Isdianto saat ini, kata politikus Partai Demokrat Hotman Hutapea, seperti melihat hadirnya kembali Muhammad Sani di tengah masyarakat Kepri.
Huzrin Hood, Muhammad Sani, dan Isdianto lahir dan besar di Karimun. Maka, nama-nama tiga orang figur Melayu ini masih harum di Karimun. Bahkan kini dijadikan jalan raya dan rumah sakit di Karimun. Sebagai lambang kebanggaan masyarakat Karimun atas jasa Sani.
Dengan analisis sosial kultural model pemilihan masyarakat Melayu, maka Isdianto Insya Allah akan menang besar di Karimun sebagai basis utama. Dan itu seperti kejadian di pilkada 2015. Suara di Karimun menentukan kemenangan besar Muhammad Sani.
Marlin memang asli Karimun. Namun Marlin selama ini tak muncul di tengah masyarakat Karimun. Karena ia bukanlah politisi sekaliber Huzrin dan Isdianto. Ia baru “melihat” Karimun setelah diisukan ikut pilkada Kepri. Sehingga dia memegang kerukunan keluarga Karimun di Batam.
Sementara Isdianto, Huzrin, Muhammad Sani, adalah tiga tokoh kebanggaan masyarakat Karimun. Ketiganya masih ada hubungan saudara dari Kampung Ungar, Kundur.
Di momen terakhir saat ini, Isdianto memaksimalkan potensi besar suara di Karimun. Dengan mendatangi simpul simpul suara Karimun. Ada kebanggaan bagi masyarakat Karimun, jika anak Karimun berhasil menjadi gubernur ketiga kalinya. Setelah Sani dan Nurdin Basirun mengukir sejarah hebat itu.
Karena suara di Batam sepertinya tidak ada yang menang perolehan suara selisih besar. Jika ketiga pasangan memiliki suara tidak banyak perbedaan, maka penentu kemenangan Paslon ini ada di Karimun dan Pulau Bintan. Karena Pulau Bintan ada Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Jika digabung memiliki lebih dari 250 ribu suara.
Kini sang penoreh getah di waktu kecil mengikuti jejak abangnya. Marlin juga anak Karimun. Tapi dia di posisi wakil gubernur. Tentu kebijakan strategis lebih utama diambil oleh gubernur. Maka pilihan yang logis jika 170 ribu pemilih Karimun akan beramai-ramai mencoblos No 2 yakni Isdianto- Suryani.
Sementara Ismeth adalah sosok yang berpengaruh di Batam. Hadirnya Ismeth dan berkampanye maksimal di Batam membuat suara pemilih Batam bertambah untuk Isdianto.
Masyarakat Batam tentu ingat Ismeth yang 10 tahun menjadi Ketua Otorita Batam. Dan lima tahun menjadi Gubernur Kepri. Tentu selama 15 tahun banyak yang sudah Ismeth perbuat di Batam.
Banyak tokoh-tokoh Batam besar saat ini atas tunjuk ajar yang diberikan Ismeth ketika menjadi Ketua OB. Ismeth dan masyarakat Batam seperti menjadi satu kesatuan. Ketika Ia menjatuhkan pilihan, maka masyarakat dari pelbagai suku merapatkan barisan ke Isdianto.
Mereka yang hormat dengan Ismeth tentu akan memilih Isdianto. Mereka yang pernah merasakan jasa-jasa Ismeth tentu tak menolak ajakan Ismeth.
Sementara di Tanjungpinang, Bintan, Isdianto populer. Apalagi ada tokoh besar Ketua LAM Abdul Razak, Huzrin Hood, Andi Anhar, maupun tokoh lama di Bintan dan Tanjungpinang terus bergerak memenangkan Isdianto.
“Isdianto dan Suryani itu perpaduan birokrat dan politisi membuat pasangan ini mudah diterima. Apalagi ada figur hebat di samping Isdianto. Inilah yang membuat keyakinan dan harapan besar Kepri hebat jika diberikan amanah kepada Isdianto.”
Sementara di Kabupaten Natuna, dan Anambas, mantan Bupati Natuna Daeng Rusnadi sudah memberikan pernyataan akan mendukung Isdianto ketika Isdianto ke Ranai belum lama ini. Daeng adalah tokoh berpengalaman dan berpengaruh di Natuna. Suaranya di dengar.
Sementara di Anambas, Isdianto pun sudah menemui tokoh penting di sana. Responnya bagus.
Ditambah Huzrin Hood pun pernah turun di sana. Orang Pulau Tujuh yang berumur 50-70 tahun saat ini tentu sangat kenal Huzrin dan Ismeth. Inilah kantong kantong suara Isdianto akan unggul di Pilkada 2020.
Dan Insyaallah, kemenangan itu di depan mata. Militansi kader kader PKS, Hanura dan Demokrat yang berjuang maksimal akan mendongkrak kemenangan. Dan itulah takdir yang sedang dijemput. Sebuah kemenangan besar. Dan untuk pertama kali, kader tulen PKS jadi wakil gubernur Kepri. (***)

Continue Reading
Advertisement


Trending