Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay

Headline

Ketika Ismeth, Huzrin, Abdul Razak dan Andi Anhar Dukung Isdianto

Published

on

Pilkada Kepri 2020 pilkada Isdianto-suryani Insani Calon gubernur H Isdianto
Calon Gubernur Kepri H. Isdianto bersama para tokoh Kepulauan Riau, di Jl Merdeka, Kota Tanjungpinang.

 

SUARA lantunan pengamen di kedai kopi Pagi Sore, Jalan Merdeka, Tanjungpinang tak henti hentinya bergema. Sepertinya dua pengamen itu memahami siapa yang mereka datangi. Yakni calon gubernur yang populer dan hampir menang di pilkada Kepri 2020.

Kedai Kopi Pagi sore itu di Tanjungpinang terkenal. Ada prata yang kuah karinya enak dan berbeda dengan prata lainnya di Tanjungpinang. Nama penjualnya Yasin. Adik beradiknya menjual juga prata di dekat Lapangan Pamedan, Km 4.

Pertemuan tokoh-tokoh berpengaruh di Kepulauan Riau di Pagi Sore adalah sebuah harapan besar. Di pilkada Kepri 2020, mereka sepakat harus menang. Tokoh-tokoh itu adalah Abdul Razak, mantan Ketua DPRD di Kabupaten Kepulauan Riau sejak tahun 1980-an yang saat ini menjadi Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau.

Abah Razak, biasa dipanggil, juga masih sesepuh Golkar Kepri. Ia Datok disegani. Posisinya di Ketua LAM Kepri tidak bergeser. Jika masih ada Abah Razak, tak ada yang mau menggeser beliau. Biarkan Abah menjadi tokoh pemersatu di Bumi Segantang Lada. Ia bak payung. Melindungi segenap warga Kepri dari sisi kebudayaan.

Di dunia politik, Abdul Razak merupakan tokoh lama yang pernah membangun di Kepri, ketika masih menjadi kabupaten. Suaranya didengar dan disegani. Di usia yang tua, Ia masih bersemangat menghadiri pertemuan. Ia mengingatkan, Kepri memang harus dipimpin tokoh yang sudah banyak pengalaman di pemerintahan seperti Isdianto. Isdianto itu anak Kepri.

Tak jauh duduk di samping Abdul Razak, adalah Ismeth Abdullah. Tokoh keturunan Arab Ini dikenal dengan Bapak Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. Bahkan ia banyak juga berkorban untuk membantu perjuangan pembentukan Provinsi Kepri ketika itu ingin berpisah dari Provinsi Riau. Mertuanya M Amin, gubernur pertama Provinsi Kepri era tahun 1950-an.

Baca Juga :   Suryani: Saya Sangat Mudah Ditemui Masyarakat

Ketika Ismeth disodorkan di depan Megawati, maka tokoh-tokoh Kepri seperti Huzrin Hood, Nain Lonjong tidak banyak protes. Pun ketika itu anggota DPR RI Hanjoyo Putra. Kerena ada peran Ismeth ketika memperjuangkan provinsi Kepri. Ismeth bukan orang lain bagi Kepri. Karena punya catatan sejarah. Mertuanya pun jadi Pahlawan Nasional di 2020.

Menjadi pejabat pertama mengelola provinsi baru, Ismeth yang dikenal handal di bidang perekomian, mampu meletakkan pondasi dasar pembangunan Provinsi Kepri. Ismeth ingin pondasi pembangunan Kepri yang dia siapkan sejak menjadi gubernur di awal provinsi dapat diteruskan oleh penerus yang layak. Ismeth menilai yang layak itu Isdianto. Karena Ismeth sudah lama kenal Isdianto.

Ismeth mengajak masyarakat Kepri dan turut berkampanye untuk Isdianto, maka para pendukung Ismeth yang masih mengenang jasa-jasa besar Ismeth saat menjadi Ketua Otorita Batam tentu tak akan lupa. Mereka diharapkan mengikuti arah kebijakan politik Ismeth yakni mendukung Isdianto-Suryani di Pilkada Kepri.

Baca Juga :   Suryani: BLK di Kepri akan Dibuat Lebih Modern 

Di samping Ismeth ada Andi Anhar Chalid. Tokoh penting di Kabupaten Kepri dulunya. Mantan Ketua DPRD Kepri yang sepak terjangnya disegani di Kepri.

Andi Anhar dan Huzrin Hood dua tokoh yang tidak dapat dipisahkan dalam sejarah perjuangan Provinsi Kepri dan Kabupaten Kepri. Dua tokoh ini bersatu di moment yang tepat dan mendukung orang yang tepat untuk kelanjutan catatan sejarah Provinsi Kepri.

Andi Anhar adalah orang lama dan barisan awal mendukung Isdianto. Bahkan yang meminta Isdianto untuk ikut pilkada. Dari Muhammad Sani, Andi Anhar selalu membela. Pengaruhnya di keturunan Bugis di Kepri sangat kuat. Sehingga adanya Andi di barisan Isdianto menambah kuat jejaring kemenangan pasangan nomor dua itu.

Kemudian Huzrin Hood. Siapa yang tak kenal sosok penggerak dakwah di Kepri itu. Tokoh utama di balik perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. Ia rela berkurban dipenjara di dalam sel Sukamiskin demi perjuangan Provinsi Kepri. Balik dari Sukamiskin, hanya Huzrin yang disambut meriah.

Ia kembali bak panglima perang yang memenangkan pertempuran. Rakyat Kepri bersuka ria. Rumahnya dan rumah adiknya Hardi Hood di Batam penuh sesak.

Tangisan air mata tumpah ruah. Itulah kerinduan rakyat kepada pemimpinnya yang mau berkorban harta dan badan demi tegaknya Provinsi Kepri. Tak banyak sosok seperti Huzrin Hood.

Baca Juga :   Warga Sei Enam Salut dengan Gagasan dan Program INSANI dalam Debat Kandidat

Di dua pilkada baik 2010, 2015 ke mana arah Huzrin, maka calon itu menang. Dan pilkada 2020, Huzrin kembali memberikan dukungan seperti dia mendukung Muhammad Sani ketika melawan Soerya.

Dan atas izin Allah, Sani menang melawan Soerya yang berpasangan dengan Ansar. Huzrin sampai hari ini masih memiliki pengaruh kuat. Ia kampanye di Karimun, Batam, Natuna dan Anambas hingga Bintan. Orang tua tua masih ingat siapa Huzrin. Inilah kelebihan Isdianto. Ia dapat dukungan dari tokoh yang sangat besar kontribusinya untuk hadirnya Provinsi Kepri di tengah-tengah kita saat ini.

Provinsi Kepri itu seksi. Ia bagai bidadari yang selalu diperhatikan. Bayangkan saja, penduduk 2 juta jiwa, dengan perwakilan DPR RI hanya empat orang, dapat proyek maha hebat dengan anggaran lebih dari Rp7 triliun yakni membangun jembatan yang tak pernah dibangun di Indonesia. Nantinya mengalahkan Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Karena Kepri ini seksi, masyarakatnya harus makmur, sejarahtera, maka para tokoh penting itu sepakat. Kepri harus dipimpin seorang gubernur yang hebat dan punya pengalaman mumpuni di birokrasi. Dan pilihan itu mereka sepakat ke Isdianto. Jika mereka sudah menentukan ke Isdianto, tentu kita ikut bukan? Semoga..

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Advertisement

Trending