Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Batam

Masyarakat Tempatan Rempang Galang Menolak Pembangunan RS Suspect Virus Corona di Wilayahnya

fikri

Published

on

Foto Gambar Masyarakat Tempatan Rempang Galang Menolak Pembangunan RS Suspect Virus Corona di Wilayahnya - bersama kapolri panglima tni tinjau pembangunan rs covid 19 di pulau galang Ol8 thumb

Batam, KABARBATAM.COM – Wacana pembangunan rumah sakit khusus pasien terduga suspect Virus Corona yang akan dibangun di Pulau Galang mendapat penolakan keras masyarakat tempatan, Batam Rempang dan Galang.

Pernyataan tersebut diungkapkan Herman selaku Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang, saat menghadiri acara Sosialisasi Tentang Virus Corona dan Antisipasi Penyebarannya bertempat di Kantor Camat Galang, Kamis (5/3/2020) kemarin.

Pihaknya mengaku, masyarakat tempatan atau asli masyarakat Galang menolak dengan adanya pembangunan rumah sakit pasien terjangkit Virus Corona tersebut.

“Karena ini sangat membahayakan, mungkin bagi instansi-instansi terkait suatu saat habis bertugas bisa pulang ke kampung halaman, namun kami mau pulang kemana? Ini kampung kami, kampung halaman kami, kami lahir di sini,” gerutu Herman dengan raut wajah kesalnya.

Foto Gambar Masyarakat Tempatan Rempang Galang Menolak Pembangunan RS Suspect Virus Corona di Wilayahnya - IMG 20200306 WA0016

Sosialisasi tentang Virus Corona di Kantor Camat Galang

“Jadi pada intinya kami masyarakat tempatan, asli masyarakat Galang menolak dengan adanya pembangunan rumah sakit pasien terduga suspect Virus Corona,” ujarnya.

“Disisi lain Batam ingin mewujudkan menjadi kota wisata dan kota industri. Barelang tujuan utama, tumpuan dari pada masyarakat dan pengunjung pariwisata,” ungkap Herman.

Lanjut Herman, bagaimana sikap pemerintah kalau masyarakat dan pengunjung jadi enggan atau takut berkunjung ke Pulau Galang yang seperti diketahui sebagai salah satu lokasi destinasi wisata di kota Batam ini, menurutnya hal tersebut sama dengan membunuh pertumbuhan ekonomi masyarakat tempatan.

“Ini serupa membunuh ekonomi kami, ekonomi kami tidak dapat bergerak dan ekonomi kami akan mati. Saya selaku Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang tidak setuju dengan wacana ini, kami berjanji kami tidak akan anarkis namun kami meminta kebijakan dari pada pemerintah,” tegasnya.

Bila perlu nantinya, beber Herman, pihaknya akan menyurati Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tembusan Pemerintah Deerah, dengan harapan kiranya pemerintah dapat mempertimbangkan kembali pembangunan rumah sakit tersebut.

Bahkan Herman mengajak siapapun dan pihak manapun tinggal bersama di lingkungan Pulau Galang, jika ada pihak atau siapapun menyatakan setuju pembangunan rumah sakit itu dan mengatakan virus corona tidak berbahaya.

“Jadi kami sepakat siapapun yang setuju pembangunan rumah sakit tersebut dan mengatakan Virus Corona ini tidak berbahaya, maka mari kita bangun seribu kapling di sini dan kita sama-sama tinggal di sini bila perlu Bapak Presiden ikut tinggal bersama kami di sini,” kata Herman Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang Herman.

“Kalau mati kita sama-sama mati, kalau itu bicara tentang keadilan, jangan kami mati sedangkan yang lain hidup,” kata Herman lagi.

Masih kata Herman, Amsakar Achmad sebagai Wakil Walikota Batam sekaligus orang melayu asli sangat paham pastinya, secara batin akan menolak akan tetapi ini instruksi pusat maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Akan tetapi menurut Herman, sebagai Pemerintah Daerah tentunya mempunyai hak dan masyarakat tempatan juga mempunyai hak untuk menolak itu.

Foto Gambar Masyarakat Tempatan Rempang Galang Menolak Pembangunan RS Suspect Virus Corona di Wilayahnya - IMG 20200304 WA0194

Sebelumnya, dalam kunjungannya meninjau bangunan Camp Vietnam di Galang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Galang rencananya akan  dilakukan rehab untuk tempat observasi maupun tempat penyembuhan bagi WNI yang terduga suspect Virus Corona.

“Selain kita memiliki tempat observasi yang berada di Natuna, Pulau Galang ini yang kita pilih untuk rencana pembangunan rumah sakit tersebut,” ungkap Panglima.

Pemerintah rencananya akan merefitalisasi rumah sakit yang ada dengan kapasitas kurang lebih 1.000 pasien. Juga disiapkan ruang isolasi sesuai dengan aturan kesehatan 2 persen dari jumlah kamar .

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat apabila ini sudah kita rencanakan dengan baik, akan segera berdiri rumah sakit untuk melakukan perawatan medis bagi saudara-saudara kita,” ujarnya. (Tok)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending