Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Headline

Satgas Bencana BUMN Kepri kembali Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19

Avatar

Published

on

Foto Gambar Satgas Bencana BUMN Kepri kembali Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 - IMG 20200901 WA0194
Satgas Bencana BUMN Kepri kembali memberikan bantuan kepada tiga rumah sakit rujukan COVID-19 di Batam. (Foto: Pertamina)

Batam, Kabarbatam.com – Belakangan kasus COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan peningkatan. Dilansir dari data gugus tugas COVID-19 Kepri, per tanggal 31 Agustus 2020 terdapat sebanyak 1.024 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kepri.

Tidak hanya masyarakat, tenaga kesehatan yang terpapar virus corona pun juga meningkat. Per tanggal 31 Agustus 2020, sebanyak 76 orang tenaga kesehatan dinyatakan positif COVID-19.

Demi mendukung perjuangan melawan Covid-19, Satgas Bencana BUMN Kepri kembali memberikan bantuan. Setelah sebelumnya memberikan bantuan 5.002 paket sembako untuk masyarakat Kepri, Satgas bentukan Kementerian BUMN RI kini menyalurkan alat kesehatan untuk tiga rumah sakit rujukan COVID-19 di Batam.

“Rumah Sakit yang mendapatkan bantuan alat kesehatan adalah RS BP Batam, RSKI Galang, serta RSUD Embung Fatimah. Kami berharap, bantuan alat kesehatan ini bisa membantu para tenaga kesehatan dalam perjuangan melawan pandemi. Juga bisa membantu para pasien,” ujar Gema Iriandus Pahalawan, General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I selaku koordinator wilayah (korwil) Satgas Bencana BUMN Kepri.

Foto Gambar Satgas Bencana BUMN Kepri kembali Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 - IMG 20200901 WA0193

Terdapat 11 BUMN anggota satgas yang berpartisasi dalam kegiatan bantuan alat kesehatan ini. Yaitu PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kepri, PT Surveyor Indonesia Cabang Batam, PT Airnav Batam, Bank BRI Batam, Pertamina Patra Niaga, Bank Mandiri, PT PGN Cabang Batam, PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Bank BNI, PT Telkom Indonesia (Persero) Cabang Batam, dan PT Pertamina (Persero).

Gema menjelaskan, untuk RS BP Batam diberikan 500 pasang shoe cover, 55 buah kacamata medis, 57 pasang sepatu boot, 200 face shield, 50 face shield full helmet, 100 buah hazmat level tiga, 20 buah half piece respirator 3M 6200, 18 buah half piece respirator 3M 7500. Juga bantuan 55 pasang filter respirator, 55 pasang cartridge respirator, 100 kotak masker bedah, 30 kotak masker N95, 160 kotak nurse cap, 10 kotak rapid test, serta 500 pasang sarung tangan obgyn.

RSKI Galang mendapat bantuan berupa 700 rapid test, 100 madu ukuran satu liter, satu perangkat PCR, satu mikroskop Olympus, satu perangkat Urine Analyzer, serta satu roller mixer.

Adapun RSUD Embung Fatimah mendapatkan bantuan 150 kotak Vitamin C, 150 kotak suplemen vitamin E, 500 buah susu sterilisasi, 500 buah masker bedah, 2.280 buah masker N95. Juga 250 buah hazmat boho, 50 facial shield, 50 hazmat suit, 50 masker medis, 50 sarung tangan medis, serta 30 madu.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan kepada RS BP Batam pada hari Selasa (1/9/2020). Penyerahan Bantuan ini disaksikan juga oleh perwakilan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri.

dr. Afdhalun Anwar Hakim, Sp.JP, FIHA, FASCC selaku Direktur RS BP Batam, menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari satgas.

“Kita ketahui angka kasus COVID-19 meningkat kembali. Kami prihatin karena termasuk tenaga kesehatan, bahkan ada rumah sakit yang lockdown. Padahal tenaga kesehatan adalah benteng terakhir. Bantuan alat kesehatan ini sangat membantu kami dalam melaksanakan tugas melayani pasien. Terima kasih kepada 11 BUMN yang telah membantu,” ujar dr Afdhalun.

Satgas terus menghimbau masyarakat terutama yang melakukan aktivitas di luar rumah agar tetap mematuhi protokol COVID-19.

Diantaranya adalah dengan selalu menjaga jarak, konsumsi makanan yang bergizi, serta selalu menggunakan masker bila keluar rumah. Sesuai dengan arahan Presiden RI, agar senantiasa menggunakan masker untuk melindungi diri dan keluarga.(***)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending