Connect with us

Headline

Sebanyak 53 Sampel DNA Keluarga Dicocokkan dengan Data Antemortem Korban Sriwijaya Air SJ-182

Published

on

Tim DVI Polri menyiapkan kantong jenazah untuk keperluan proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di wilayah Kepulauan Seribu. (Foto:Jawapos.com)

Jakarta, Kabarbatam.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri terus bekerja untuk mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,  di Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari 2021. Untuk proses identifikasi, Tim DVI telah menerima 53 sampel DNA dari keluarga korban.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Jakarta, mengatakan, sampel tersebut dimanfaatkan Tim DVI untuk melakukan identifikasi. Sebanyak 7 kantong jenazah yang telah datang ke RS Polri.
“Sampai 17.00 WIB, Senin, 11 Januari 2021, tim DVI telah menerima sampel DNA keluarga korban sebanyak 53 sampel dan 17 kantong jenazah,” kata Rusdi Hartono.
DVI telah mengumpulkan data antemortem korban. Mulai dari nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian, warna kulit, golongan darah, riwayat kesehatan, hingga tanda-tanda spesifik di tubuh korban.
Data antemortem dicocokkan dengan data postmortem, yakni data fisik yang didapat oleh Tim DVI Polri setelah korban meninggal.
“Ketika ditemukan kecocokan antara dua data yakni antemorten dan postmortem, maka status korban dinyatakan teridentifikasi,” kata Rusdi.
Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh saat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (mdc)

Advertisement


Trending