Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Headline

Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Karimun Sepi Pembeli

Avatar

Published

on

Foto Gambar Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Karimun Sepi Pembeli - IMG 20200713 WA0015

Karimun, Kabarbatam.com – Tahun ajaran baru resmi dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, menjelang tahun ajaran baru tahun ini, toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tampak sepi pembeli.

Hal tersebut terlihat jelas di dua toko perlengkapan sekolah ternama di Karimun. Yakni, Toko Buku Siang dan Toko Buku Salemba.

Sepinya pembeli di tahun ajaran baru itu diduga imbas dari menurunnya daya beli masyarakat karena pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, proses belajar mengajar sistem daring atau online yang diterapkan selama pandemi COVID-19, diduga juga menjadi penyebab sepinya pembeli perlengkapan sekolah di tahun ajaran baru ini.

“Biasanya mendekati tahun ajaran baru pelanggan sudah ramai. Tetapi, sekarang sepi sekali jauh berbeda dibanding tahun lalu,” ujar Rena Fitriani, karyawan Toko Siang kepada kabarbatam.com, Minggu (12/7/2020).

Foto Gambar Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Karimun Sepi Pembeli - IMG 20200713 WA0016

Dikatakannya, pada tahun lalu pelanggan sudah mulai membeli perlengkapan sekolah saat tujuh hari menjelang tahun ajaran baru.

Kemudian, untuk satu hari menjelang kembali ke sekolah, mulai dari pelajar hingga wali murid biasanya sudah mengantri panjang di kasir.

“Saat ini hanya 3 dus setiap jenis buku per hari yang terjual, berbeda dengan tahun lalu yang bisa terjual 6 dus setiap jenis buku per harinya, ya sekitar 50% penurunannya” kata Rena.

Jika, penjualan perlengkapan sekolah sangat menurun tahun ini. Karyawan Toko Siang ini mengungkapkan, penjualan perlengkapan menggambar dan mewarnai justru mengalami peningkatan sejak masyarakat dibatasi untuk keluar rumah ketika Karimun ditetapkan sebagai Zona Kuning COVID-19

“Saat masyarakat dibatasi bulan lalu, Pelanggan seperti orang tua ramai membeli perlengkapan menggambar dan mewarnai untuk mengisi waktu anak mereka selama di rumah saja,” ungkapnya.

Tidak jauh berbeda dengan Toko Siang, penurunan daya beli masyarakat jelang tahun ajaran baru, juga dirasakan oleh Toko Buku Salemba.

“Menurun sekali, dulu antrean dari pagi di kasir sangat panjang sekali menjelang tahun ajaran baru. Sekarang sepi,” ujar Warda karyawan Toko Salemba (12/7/2020).

Sementara itu, Beberapa orang tua, yang tetap membelikan anaknya perlengkapan sekolah di toko, mengaku perlengkapan yang mereka beli memang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Dulu, untuk anak dibutuhkan lebih 5 pack buku tulis, tetapi kali ini hanya 2 pack saja, karena sebenarnya untuk persiapan saja, dan juga anak saya yang SMA tidak tatap muka di sekolah. Karena proses belajar mengajar via daring atau online dulu,” ujar Ratna Wati, salah seorang pembeli di Toko Buku Salemba.

Terakhir, Ratna selaku wali murid menyampaikan harapannya agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir agar anak-anaknya bisa kembali menuntut ilmu seperti biasanya.

“Kita orang tua jadi serba salah. Satu sisi sangat ingin anak kita menuntut ilmu secara tatap muka di sekolah, tapi sisi lainnya kita khawatir apabila anak kita terpapar COVID-19, untuk itu saya berharap agar wabah virus ini berakhir agar anak-anak bisa kembali belajar di sekolah seperti biasanya tanpa harus khawatir sedikitpun,” tutupnya

Untuk diketahui, di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Pada tanggal 13 Juli 2020 pelajar SMP/MTS/ sudah mulai kembali ke sekolah untuk pembelajaran secara tatap muka.

Sedangkan, bagi pelajar SMA/MA pada tahun ajaran baru ini proses belajar mengajarnya masih dari rumah atau via daring melalui platform e-learning masing-masing.(Gik)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending