Connect with us

BP Batam

Tim DVI Polri Telah Terima 56 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182

Published

on

Tim Basarnas mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, untuk selanjutnya diserahkan ke Tim DVI Polri untuk dilakukan proses identifikasi. (Foto: Jawa Pos)

Jakarta, Kabarbatam.com – Proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terus dilakukan. Hingga saat ini, Rumah Sakit (RS) Polri kembali menerima sejumlah kantong jenazah.
Selain itu, tim medis di rumah sakit juga  menerima sejumlah kantong properti milik korban.
“Kami telah menerima 56 kantong jenazah dan juga delapan kantong properti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers, di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa, 12 Januari 2020.
Rusdi menyebut pihaknya segera mencocokkan data postmortem (data berdasarkan penemuan pada evakuasi korban) dan data antemortem (data berasal dari keluarga korban).
“Dilakukan kegiatan (identifikasi) baik oleh rekan-rekan di Tim DVI antemortem maupun rekan-rekan di postmortem,” tutur Rusdi
Selain itu, Tim DVI Polri menggandeng Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam membantu proses identifikasi korban.
Terutama untuk mencocokkan identitas korban melalui data rekam sidik jari dan iris mata.
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu mengangkut 62 orang, terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.(mdc)

Advertisement


Trending