Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Headline

Usai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Alias Wello Ziarah ke Makam Daeng Celak

Avatar

Published

on

Foto Gambar Usai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Alias Wello Ziarah ke Makam Daeng Celak - IMG 20200915 WA0180
Alias Wello Ziarah ke Makam Daeng Celak. (Foto: Adi Indra P)

Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Bakal Calon Bupati Bintan, Alias Wello menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam leluhurnya Daeng Marewah dan Daeng Celak di Hulu Riau, Tanjungpinang, Selasa (15/9/2020).

Daeng Marewah dan Daeng Celak adalah dua orang adik beradik berdarah Bugis yang pernah mengharumkan nama Kesultanan Riau – Lingga – Johor dan Pahang atas keberaniannya mengusir penjajah dari bumi Melayu ini.

Daeng Marewah yang bergelar Kelana Jaya Putera itu, pernah menjabat Yang Dipertuan Muda Riau I 1721 – 1728. Selanjutnya, urusan pemerintahan dilanjutkan oleh adiknya Daeng Celak Yang Dipertuan Muda Riau II 1728 – 1745.

Kegiatan yang disebutnya sebagai perjalanan rohani itu, dilakukan Alias Wello usai menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang.

Pria yang akrab disapa AWe itu, didampingi sejumlah pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Foto Gambar Usai Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Alias Wello Ziarah ke Makam Daeng Celak - IMG 20200915 WA0181

Daeng Celak menikah dengan bangsawan Melayu, Tengku Mandak dan memiliki dua orang anak, yakni Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional dan Raja Lumu (Sultan Salehuddin Shah), yang kemudian menjadi Sultan Selangor I (Malaysia).

“Mereka yang dimakamkan di sini, yang sepanjang hayatnya telah mendarmabaktikan hidupnya untuk kita semua.Khususnya mewujudkan persebatian Melayu Bugis. Dan, memberikan konstribusi membangun emporium Melayu, kebesaran Melayu, Kerajaan Riau – Lingga – Johor dan Pahang.Emporium Melayu yang sangat terkenal dan sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia,” kata AWe.

Persebatian Melayu – Bugis itu, kata AWe, dituangkan dalam sebuah perjanjian yang disebutnya sebagai Sumpah Setia Melayu – Bugis dan pernah dibacakan kembali saat kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Daik, Lingga beberapa tahun yang lalu.

“Kita generasi penerusnya wajib mengetahui dan ingat dengan para leluhur yang telah memberikan arti kepada kita semua hari ini.

Mudah-mudahan nilai luhur yang sudah diwariskan kepada kita, memberikan semangat juang, spirit membangun kampung halaman kita, Bunda Tanah Melayu di Provinsi Kepulauan Riau ini,” jelasnya. (*)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending