Connect with us
Puri Selebriti Batam Himalaya Batam BSC Mall

Batam

Jelang Nataru, Polsek Lubuk Baja Monitoring Harga Pokok Makanan

Published

on

Foto Jelang Nataru 2022, Monitoring Sembako, polsek lubuk baja

Batam, Kabarbatam.com – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, secara door to door Polsek Lubuk Baja melaksanakan monitoring perkembangan harga sembako dan kebutuhan bahan pokok makanan dibeberapa pasar di wilayah hukum Polsek Lubuk Baja.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengantisipasi kenaikan atau lonjakan harga menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tanpa se izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Sasaran monitoring kali ini diantaranya,

1. Pasar Baru Jodoh, Kelurahan Tanjung Uma Kota Batam.

2. Pasar Komplek Penuin RT 01/RW 11, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam

3. Pasar Rakyat Kampung Agas Tanjung Uma, Kota Batam.

4. Pasar Pujabahari, Kelurahan Lubuk Baja, Kecamatan Lubuk Baja

5. Pasar Tos 3000, Kelurahan Lubuk Baja, Kecamatan Lubuk Baja.

“Menjelang natal dan akhir tahun 2021 yang di lakukan tersebut dengan mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembako yang di lakukan para pedagang beberapa harga sembako yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ungkap AKP Budi Hartono, Kamis (16/12/2021).

Foto Jelang Nataru 2022, Monitoring Sembako, polsek lubuk baja

Polsek Lubuk Baja melaksanakan monitoring perkembangan harga sembako dan kebutuhan bahan pokok makanan dibeberapa pasar di wilayah hukum Polsek Lubuk Baja.

Adapun beberapa barang sembako yang mengalami kenaikan harga jelang Nataru yakni, minyak goreng dari harga Rp.13.000/liter menjadi Rp.18.000/kg, Cabe Rawit dari harga Rp.70.000/kg naik menjadi Rp. 100.000/kg, Cabe Kriting Rp.60.000/kg naik menjadi Rp.70.000/kg, Telur Ayam Rp.42.000/papan naik menjadi Rp.52.000/papan.

Dengan adanya pengecekan harga komoditi bahan pangan sembako menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dilaksanakan oleh personel Polsek Lubuk Baja diharapkan para pedagang dapat tetap menyesuaikan harga dengan harga pasaran atau harga yang berlaku.

“Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan sembilan pokok makanan yang dilakukan oleh para pedagang,” pungkasnya. (Atok)

Trending