Headline
Jumat Berkah, KPDN Bagikan Sembako untuk Warga Sakit dan Kurang Mampu
Natuna, Kabarbatam.com – Kepulauan ini ibarat lumbung penuh padi, namun berasnya tak selalu sampai ke meja sendiri. Natuna menyuplai energi bagi negeri, gas alam, minyak bumi, hingga hasil laut melimpah, tetapi sebagian warganya masih menggantungkan harapan pada secercah perubahan.
Di tanah yang gemah ripah sumber daya, hidup sebagian penduduk justru ringkih seperti daun kering di bawah pohon rimbun.
Kabupaten di ujung utara Nusantara ini bersandar di perbatasan laut Vietnam dan Tiongkok. Dengan populasi sekitar 80 ribu jiwa, mestinya tingkat kesejahteraan sebanding dengan kontribusi Natuna bagi negara. Namun faktanya, tidak semua warga mencicipi kue pembangunan.
Jumat (12/12/2025) pagi, menjadi hari berkah bagi mereka yang telah didata Komunitas Pencinta Domino Natuna (KPDN). Sepuluh keluarga di Kampung Air Kubang, Ranai, didatangi satu per satu untuk menerima paket sembako.
Raja Mustakim, Ketua Dewan Pengarah KPDN, menelusuri gang-gang sempit hingga halaman rumah kayu yang renta. Salah satunya kediaman Arifin, lelaki sepuh yang tak lagi mampu bekerja. Rumah tuanya terhimpit tembok tetangga, hanya cukup untuk dilalui sepeda motor.
“Beginilah, Pak. Saya sudah bertahun-tahun sakit. Aktivitas bekerja sudah tak bisa lagi,” kata Arifin lirih.
Kondisi serupa tampak di rumah Izhar, pria lanjut usia yang masih bertahan membuka bengkel elektronik kecil di tepi jalan raya. Ia bekerja ditemani istrinya, yang juga sakit akibat usia menua.
KPDN tak sekadar menyerahkan sembako. Mereka mencatat kondisi sosial warga sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah—utamanya kelompok yang luput dari radar bantuan resmi.
“Semoga Jumat berkah ini meringankan saudara-saudara kita yang sakit dan tidak berpenghasilan,” ujar Raja Mustakim.
Dari Air Kubang, tim KPDN menyalurkan sepuluh paket sembako. Secara total, 150 paket akan dibagikan untuk warga di wilayah Bunguran. Kebanyakan penerima adalah lansia sakit, janda jompo, dan mereka yang sudah tak mampu mencari nafkah.
Raja Mustakim menegaskan, KPDN bukan sekadar komunitas olahraga otak.
“Kami turun mendata langsung warga kurang mampu yang tak tercatat pemerintah, sebagai masukan kepada Bupati,” ujarnya. Ia didampingi Hadi Candra, Koordinator TP2D.
Setelah 26 tahun menjadi kabupaten, kondisi sebagian warga Natuna masih belum banyak berubah. Ketergantungan pada ketok APBD dan ketimpangan pembangunan membuat sejumlah keluarga hidup di rumah reot, bahkan di pusat kabupaten sekalipun.
“Kami menemukan banyak warga yang tak masuk data penerima program pemerintah,” kata Mustakim.
Sebelumnya, KPDN menyalurkan bantuan mesin potong rumput untuk Masjid Nurul Iman di Sual. Pekan depan, komunitas ini juga akan membagikan bantuan kepada 30 lansia dan anak yatim di tiga desa SP1, SP2, dan SP3 di Kecamatan Bunguran Tengah. (Man)
-
Batam3 jam agoEnam Oknum Petugas BC Batam Diduga Keroyok Sopir Truk di Pelabuhan Roro Punggur
-
Batam2 hari agoAda Gangguan Pelayanan Air Bersih di IPA Mukakuning 1 & 2, Ini Wilayah Terdampak Suplai Air Mengecil
-
Headline3 hari ago“Sejauh Doa Cahaya Batam” Bukti Kreativitas Anak Batam di Bidang Perfilman
-
Headline1 hari agoDi Antara Abu dan Harapan, Rumah Maryani Akan Berdiri Kembali
-
Batam2 hari agoRute Singapura – Batam Semakin Dekat dengan AirFish Voyager
-
Bintan3 hari agoTerus Lahirkan Wirausaha Muda, Bupati Roby Buka Pelatihan Keahlian Barber
-
BP Batam2 hari agoGotong Royong Bersama RSBP Batam, Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan
-
Batam2 hari agoOknum Guru SMKN di Batam Berbuat Asusila pada Siswa Ditetapkan Tersangka



