Batam
Karantina Kepri Tolak 944,41 Kg Durian Asal Singapura Masuk Batam, Bantah Tuduhan Jumlah 2 Ton
Batam, Kabarbatam.com – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui Tim Penegakan Hukum (Gakkum) melakukan tindakan penolakan terhadap buah durian ilegal asal Singapura pada Rabu subuh (14/1), di Pelabuhan Beton Sekupang, Kota Batam.
Tindakan penolakan ini dilakukan dengan mengembalikan kembali durian ke negara asalnya. Hal ini dilakukan sebagai komitmen Karantina Kepri dalam mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) ke wilayah Batam.
Kepala Karantina Provinsi Kepri Hasim menerangkan kegiatan penolakan telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebelum dilakukan penolakan, media pembawa dilakukan penahanan dan pemilik diberikan kesempatan selama tiga hari untuk melengkapi dokumen Karantina negara asal.
Sesuai Pasal 44 ayat (3) UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan menerangkan selama masa penahanan, pemilik diberikan kesempatan untuk memenuhi dokumen persyaratan. Ketika tidak dapat memenuhi, maka dilakukan penolakan. Selanjutnya sesuai pasal 45 ayat (3a) tindakan penolakan dilakukan dengan dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Setelah diberikan waktu, pemilik tidak dapat melengkapi maka tindakan selanjutnya adalah penolakan. Total sebanyak 944,41 kg durian yang dikemas dalam 32 box styrofoam akhirnya diangkut dengan KM. Batam Indah 8,” ungkap Hasim dalam keterangannya.
Hasim menjelaskan, setiap pemasukan hewan, ikan, tumbuhan dan produk turunannya wajib dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal. Dokumen tersebut sebagai bukti bahwa media pembawa telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas/otoritas karantina negara asal.
Buah durian termasuk dalam Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), sehingga setiap melalulintaskan media pembawa tersebut wajib dilengkapi dengan Certificate of Analysis (CoA) yang diterbitkan oleh laboratorium yang telah teregistrasi oleh negara asal dan Prior Notice (PN).
Dalam kesempatan ini, Hasim meminta agar tindakan penolakan tidak berulang karena banyak pihak yang dirugikan, terutama masyarakat Batam dan petani lokal. Apabila buah durian membawa penyakit, maka dapat cepat penyebarannya dan mengganggu pertanian setempat.
“Di Kepri seperti Tanjung Batu dan Bintan, durian menjadi mata pencaharian para petani. Pohon durian termasuk dalam tanaman musiman, jadi panennya tidak dapat setiap hari. Sehingga mari kita hargai jerih payah petani yang sudah berjuang” tutup Hasim.
Terpisah, Wasis Prihartono, Ketua Tim Penegakan Hukum Kantor Kerantina Hewan Ikan Tumbuhan menjelaskan terkait informasi video beredar yang menyatakan 2 ton durian dituduh “86” merupakan informasi yang tidak benar.
Dari hasil pemeriksaan barang setelah 3 hari penahanan total durian tersebut sebanyak 944 kilo, terkemas dalam 32 sterofoam di dua Pallet besar.
“Tidak benar 2 ton. Jadi informasi yang disebar sudah menyesatkan. Barang masuk 8 Januari dan sudah ditolak kembali ke Singapura pada 14 Januari 2026. Data video dan foto-foto waktu pengiriman balik di pelabuhan tim kita ada. Jadi itu faktanya, dan kami disebut ’86’ merupakan pencemaran nama baik,” ungkap Wasis.
Wasis juga memperlihatkan bukti-bukti foto proses pemeriksaan dan penolakan ke redaksi wartakepri. (Rilis Karantina Kepri)
-
Batam17 jam agoGasak Uang Tunai Rp375 Juta Milik Pengusaha Batam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi di Jambi dan Tembilahan
-
Headline1 hari agoFandi Ramadhan Lolos Hukuman Mati, Majelis Hakim PN Batam Vonis 5 Tahun Penjara
-
Natuna3 hari agoSafari Ramadan Kedua, Cen Sui Lan Serahkan Bantuan Beras, Zakat Mal hingga 1.500 Baju Koko dan Jilbab
-
BP Batam3 hari agoMomentum Cap Go Meh 2026, Li Claudia Ajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Alam
-
Batam3 hari agoBazaar Murah Ramadhan 1447 H, BP Batam Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pegawai dan Masyarakat
-
Natuna2 hari agoTinjau IPA SPAM Sedanau, Bupati Cen Sui Lan Dorong Penambahan Kapasitas dan Perbaikan Daya Listrik
-
Tanjungpinang1 hari agoTinjau Operasi Pasar Murah, Wali Kota Lis Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Idulfitri
-
Ekonomi3 hari agoSulyani, Pelanggan asal Dumai Raih Hadiah Utama Mobil Listrik dari Telkomsel



