Connect with us

Batam

Karena Kartu Ini, BBM di Kepri Tepat Sasaran dan Pendapatan Pajak Naik

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F30719424
Denga Fuel Card, konsumsi Biosolar subsidi jadi lebih tepat sasaran. (Foto: Pertamina MOR I)

Batam, Kabarbatam.com – Tanjungpinang menjadi percontohan penerapan mekanisme BBM Biosolar bersubsidi tepat sasaran. Melalui program Fuel Card, hanya konsumen yang berhak yang bisa mengkonsumsi Biosolar subsidi.
Konsumen tersebut yaitu kendaraan-kendaraan roda empat dan roda enam yang sesuai dengan kriteria pengguna dalam Perpres no. 191 tahun 2014. Untuk mendapatkan Fuel Card, pemilik kendaraan juga harus menunjukkan bukti pelunasan pajak kendaraan. Dan konsumsinya dibatasi agar sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah.
Sejak diluncurkannya, Fuel Card di Tanjungpinang oleh Pertamina bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang dan BRI pada November 2019 lalu, dampak positif mulai dirasakan Provinsi Kepri.
Lewat Fuel Card, konsumsi Biosolar bersubsidi kini diyakini lebih tepat sasaran. Indikasinya terlihat dari menurunnya konsumsi Biosolar subsidi pasca penerapan Fuel Card Januari – Agustus 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu sebelum ada Fuel Card.

“Kami mencatat, konsumsi Biosolar di Kepri turun dari 74,6 juta liter menjadi 69,9 juta liter. Menurun sebesar tujuh persen jika dibandingkan tahun lalu,” ungkap Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo.
Dampak positif lain, sambung Roby, adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak bahan kendaraan bermotor (PBBKB) yang disetor Pertamina kepada Pemrov Kepri. Hal ini terungkap dalam kegiatan Rekonsiliasi PBBKB Provinsi Kepri di kantor Pertamina MOR I di Medan, Jumat (10/9/2020).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RB) Provinsi Kepri, Robin Saor.
Hingga bulan Juli 2020, meski ditengah menurunnya mobilitas masyarakat akibat pandemi COVID-19, setoran PBBKB Pertamina untuk Provinsi Kepri meningkat menjadi Rp174 miliar. Tumbuh hampir 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp171 miliar.

“Hal itu disebabkan karena dengan Fuel Card, hanya kendaraan yang berhak dan sudah membayar pajak yang bisa mengkonsumsi Biosolar bersubsidi. Kendaraan lain, kemudian mulai beralih mengunakan BBM berkualitas Pertamina Dex dan Dexlite yang ramah lingkungan dan sesuai dengan peruntukkannya,” jelas Roby.
Terbukti dari peningkatan konsumsi Dexlite di Kepri, yang melonjak sebesar 48 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan serupa juga dialami Pertamina Dex sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan penggunaan BBM berkualitas seperti Pertamina Dex dan Dexlite. Dengan begitu, masyarakat mendapat manfaat peningkatan PAD untuk pembangunan Provinsi Kepri. Plus penggunaan Dex dan Dexlite, bikin mesin kendaraan awet dan lebih bertenaga. Juga lebih ramah bagi lingkungan,” pungkas Roby. (***)

Advertisement

Trending