Natuna
Kasus DBD Meningkat, Ketua Komisi I DPRD Natuna Sidak Puskesmas dan RSUD
Natuna, Kabarbatam.com – Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Aris Munandar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di puskesmas Ranai dan RSUD Natuna, Senin (4/5).
Berdasarkan data di Dinas kesehatan, pasien DBD Meningkat menjadi 37 kasus. Diantaranya di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kecamatan Bunguran Tengah, Kecamatan Bunguran Selamat, Kecamatan Bunguran Barat dan Kecamatan Bunguran Timur.
Wan Aris mengatakan, sidak tersebut setelah menerima informasi terjadinya peningkatan pasien kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di puskesmas dan RSUD. Penangan pencegahan cepat harus dilaksanakan pemerintah daerah menyambut bulan puasa ramadhan.

“Dari informasinya DBD meningkat dibandingkan tahun 2023 kemarin. Kalau dilihat dari trennya dari bulan Januari ke Februari itu ada peningkatan, dari zero sehingga terjadi wabah dan meningkatnya luar biasa,” katanya.
Wan Aris sempat mengunjungi pasien rawat inap di RSUD. Dua diantaranya pasien anak anak dan dua pasien dewasa. Sidak tersebut untuk mencari tahu sumber asal munculnya kasus DBD.
“Dari hasil diskusi di puskesmas dan RSUD ini, saya akan melanjutkannya untuk membicarakan dengan pimpinan DPRD. Untuk bisa dibicarakan dengan Bupati Natuna, supaya bisa dilakukan penanganan lebih cepat dan lebih masif,” ujarnya.
Menurutnya, kasus DBD tidak cukup hanya pada penanganan pasien. Namun harus berlanjut pada sumber wabahnya. DPRD akan mendukung program penanganan pencegahan wabah termasuk soal anggaran yang dibutuhkan. Mengingat dalam waktu dekat sudah masuk bulan puasa. Imunitas akan menurun saat puasa, warga lebih rentan tertular wabah DBD.

Wan Aris menilai, pencegahan dengan foging saja tidak cukup. Karena hanya menunda dan membunuh nyamuk dewasa. Tapi tidak pada jentik nyamuknya. Saya berharap, Pemerintah daerah dapat melibatkan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan pencegahan, pembersihan lingkungan secara luar biasa. Dan tidak cukup hanya imbauan kepada masyarakat.
“Dukungan anggaran kita pastikan, kalau ada sesuatu dan lain-lain seperti ini yang terjadi di luar dugaan pasti ada kekurangan anggarannya. Kita akan melihat dan memantau seperti apa yang bisa kita bantu. Anggaran untuk menanggulangi wabah DBD ini memang sangat minim karena tahun 2023 tidak terdapat kasus DBD. Namun di bulan Januari februari tahun ini terjadi 26 kasus,” ujarnya. (Man)
-
Uncategorized @id2 hari agoAde Angga Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum DPD Partai Golkar Kepri
-
Headline20 jam agoPasca Jabat Ketua DPD I Partai Golkar Kepri, Maruf Fokus di Dunia Usaha dan Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
-
Batam2 hari agoWali Kota Amsakar Tegaskan Perda LAM Harus Berpihak pada Pelestarian Adat Melayu
-
Ekonomi2 hari agoIbadah Haji Tenang dengan Paket RoaMAX Haji Telkomsel, Kuota hingga 42GB, Termasuk 2GB di Indonesia +1GB di 13 Negara Transit
-
Headline3 hari agoPulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan
-
Batam22 jam agoPuluhan WNA Terjaring Operasi Gabungan Imigrasi Batam di Kawasan Opus Bay Marina
-
Batam1 hari agoPemprov Kepri Perjuangkan Keseimbangan Fiskal dalam Pertemuan dengan DPD RI
-
Headline2 hari agoDari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan



