Connect with us

Batam

Kehidupan Miskin Pakde Yanto Bersama Putrinya di Ruli Kampung Utama Lubukbaja, Belum Tersentuh Bantuan dari Pemerintah

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20220125 wa0127
Gubuk Pakde Yanto di Ruli Kampung Utama RT04 RW07, Blok C No 4, Baloi, Lubukbaja, Kota Batam.

Batam, Kabarbatam.com – Di kelilingi gedung tinggi dan bertingkat, serta rumah elit, pria tua berusia 72 tahun, Pak De Yanto yang memiliki putri tunggal yang masih duduk di kelas 3 SD, kehidupannya memprihatinkan.

Tinggal di rumah berukuran sekitar 3×3 meter di Ruli Kampung Utama RT04 RW07, Blok C No 4, Baloi, Lubukbaja, Pakde Yanto yang bekerja sebagai pemulung kardus dan botol minum kadang harus menahan lapar dengan berpuasa.

Anak Pakde Yanto bernama Dewi berumur 9 Tahun, yang selalu mendapat rangking di sekolahnya sejauh ini belum tersentuh bantuan dari pihak RT, RW, dan Kelurahan Baloi, Lubukbaja.

“Saya pernah mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS), tapi tidak diproses oleh pihak Kelurahan Baloi Lubukbaja,” kata Pakde Yanto.

Tidak hanya itu, selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Kota Batam, Pakde Yanto belum pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Saat melakukan aktivitas memulung, Pakde Yanto dibantu putri tunggalnya mencari barang-barang bekas di kawasan Penuin.

“Putri saya juga ikut memulung, karena tiga tahun silam istri saya meninggal dunia,” ujarnya.

Meskipun dalam keadaan serba kekurangan, Pakde Yanto tetap berusaha menyekolahkan anaknya.

Warga Ruli Kampung Utama RT04/RW07, Blok C No 4, Baloi, Lubukbaja merasa prihatin melihat keadaan Pakde Yanto, karena hanya tinggal di gubuk yang reot dengan anaknya.

“Kami tidak pernah melihat ada bantuan dari RT, RW, maupun pihak Kelurahan,” kata Besta, salah satu warga setempat.

Pakde Yanto terkadang mendapat makanan dari tetangga, dan itupun tidak setiap hari dibantu tetangga yang peduli.(romi)

Advertisement

Trending