Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay puri selebriti

Karimun

Karimun Segera Memiliki PLTS di Setiap Kelurahan dan Desa

fikri

Published

on

peletakan batu pertamanya oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun
peletakan batu pertamanya oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun

Karimun, KABARBATAM.COM – Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baru di setiap Kelurahan dan Desa.

Pembangunan PLTS sebagai wujud ketersediaan listrik selama 24 jam kepada masyarakat itu telah resmi dilakukan peletakan batu pertamanya oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Jumat (21/8/2020).

Kelurahan Darussalam dipilih sebagai tempat pertama pembangunan PLTS yang dibangun melalui program Indonesia Terang oleh Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI).

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama LPCI sudah meletakkan batu pertama pembangunan PLTS dari program Indonesia Terang di Kabupaten Karimun sebagai daerah pertama yang dibangun di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Kabarbatam.com, Jumat(21/8/2020).

Bupati menyampaikan, ketersediaan listrik 24 jam kepada masyarakat sudah menjadi fokus selama masa pemerintahannya. Hal itu terbukti dengan sudah banyaknya Desa dan Kelurahan yang sebelumnya hanya dialiri listrik selama 7 hingga 12 jam sekarang sudah menyala 24 jam.

Meski begitu, pihaknya sangat menyambut baik program Indonesia Terang yang diinisiasi oleh LPCI tersebut untuk menyediakan ketersediaan listrik bagi 42 Desa dan 29 Kelurahan di 12 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karimun.

Baca Juga : Nostalgia Semasa Kecil, Marlin Agustina Rudi Mohon Restu Masyarakat Karimun

“Adanya program Indonesia Terang ini tentu kita sambut baik karena semakin menambahkan Kelurahan dan Desa yang sudah teraliri listrik, untuk itu kami terus mendoakan agar program oleh LPCI terus berjalan demi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPCI, Teten Indra Abdullah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah sebagai tanda mulainya program Indonesia Terang.

peletakan batu pertamanya oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun

Peletakan batu pertama oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun

Sehingga, dalam program itu nantinya akan membangun 11 titik PLTS untuk setiap Desa dan Kelurahan yang berada di Kabupaten Karimun.

“Seperti di Kelurahan Darussalam ini, tidak hanya listrik, tetapi juga usulan warga mengenai infrastruktur dalam hal ini betonisasi jalan sepanjang 200 meter juga akan kita bangun,” ujar Teten Indra Abdullah.

Ia menjelaskan, bahwa Perusahaan wajib mengeluarkan Corporate Social Responsibility (CSR), karena mengeluarkan CSR adalah wujud nyata kontribusi perusahaan untuk ikut serta menyejahterakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita mulai dari usulan masyarakat, karena CSR adalah hak masyarakat, jadi kita himpun dari bawah bukan hanya membantu masyarakat seperti ketersediaan listrik, tetapi juga bisa mengalokasikan dananya untuk infrastruktur atau kebutuhan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sambungnya, LPCI memiliki konsep membangun negara tanpa uang negara dengan mengoptimalkan dana CSR dari perusahaan Swasta Multi Nasional.

“Kami memberi support sumber dananya dari CSR khususnya dari perusahaan Swasta Multi Nasional tidak melalui BUMN maupun BUMD, kalau lewat keduanya CSR tentu berkaitan dengan perangkat yudikatif untuk pertanggungjawabannya, sedangkan kami pertanggung jawabannya secara vertikal langsung dengan perusahaan,” ungkap Teten.

Lebih lanjut, dalam tugasnya LPCI menampung usulan masyarakat dan dalam prosesnya menggunakan pola gotong royong dengan pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pembangunan.

Ia menuturkan, target LPCI ialah membangun PLTS dengan 30 hingga 40 kWp di seluruh Kelurahan dan Desa se-kabupaten karimun Namun, dalam realisasinya disesuaikan dengan CSR yang didapatkan.

“Setiap kelurahan dan desa kita bangun 11 titik secara bertahap, mudah-mudahan CSR akan bertambah dengan perkembangan dunia usaha dan ekonomi yang semakin bagus terlebih ditengah pandemi COVID-19 saat ini,” tutup Teten.(Gik)

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending