Connect with us

Karimun

Sekda : Februari 2021 Karimun Laksanakan Vaksinasi Tahap Pertama

Published

on

Karimun, KABARBATAM.COM – Sebanyak 13 ribu vaksin COVID-19 tahap pertama untuk provinsi Kepulauan Riau dari Kementerian Kesehatan RI tiba di Tanjungpinang, Selasa 5 Januari 2021 lalu. Tiap Pemerintah Kabupaten dan Kota sudah menyatakan kesiapannya melaksanakan program vaksinasi tahap pertama tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menjadi salah satu daerah yang menyatakan kesiapannya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah, Selasa (12/1/2021).
Hanya saja, kata dia, Kabupaten Karimun mendapat vaksinasi tahap pertama pada bulan Februari 2021.
“Vaksin yang sudah sampai di Kepulauan Riau itu pada bulan Januari ini untuk Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dulu. Sementara, Kabupaten Karimun insya allah bulan depan,” ujar Firmansyah
Perihal pelaksanaan vaksinasi itu sendiri, Firmansyah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun sangat siap.
Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan tempat untuk penyimpanan vaksin tersebut.
“Vaksin itu akan kita simpan di Gudang Farmasi milik kita,” kata Firmansyah.
“Perihal berapa jumlah vaksin yang akan dialokasikan ke Karimun saat ini belum dapat dipastikan,” tambahnya.
Firmansyah menjelaskan, sesuai instruksi dari pemerintah, program vaksinasi itu nantinya akan lebih dulu memprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes).
Kemudian, pejabat publik atau mereka yang menyentuh pelayanan kepada masyarakat. Lalu, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat .
“Sebelum kita lakukan vaksinasi tentu akan kita beri sosialisasi dahulu ke masyarakat dengan harapan agar masyarakat paham dan tidak ragu,” ucap Firmansyah.
Guna mengajak masyarakat agar tidak ragu, Sekda Karimun ini bahkan mengaku siap untuk diberi vaksin tersebut.
“Saya insya allah siap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan beberapa kriteria yang tidak diperbolehkan untuk diberi vaksin oleh pemerintah.
“Beberapa kriteria yang tidak boleh divaksin itu seperti punya penyakit bawaan gula, tensi, gagal ginjal dan juga mereka yang umurnya di atas 59 tahun tidak dibolehkan,” jelas Firmansyah.(Yogi)

Advertisement


Trending