Headline
KJK Survei Lokasi Penanaman Mangrove, Menhut dan Ketua Komisi IV DPR RI Dijadwalkan Hadir
Bintan, Kabarbatam.com — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) Provinsi Kepulauan Riau terus mematangkan persiapan kegiatan penanaman mangrove berskala besar bersempena Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.
Kegiatan lingkungan tersebut direncanakan bakal dihadiri langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, pada Minggu (8/2/2026) mendatang.
Sebagai langkah awal, Ketua Umum KJK Kepri, Ady Indra Pawennari bersama jajaran pengurus melakukan survei lokasi penanaman mangrove pada Jumat (16/1/2026) sore.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, kondisi lingkungan, serta menentukan titik-titik strategis yang akan menjadi lokasi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Penaga.
Ady menegaskan bahwa survei tersebut merupakan bentuk keseriusan KJK Kepri dalam menyukseskan agenda lingkungan yang memiliki nilai strategis nasional.
“Survei ini kami lakukan secara internal bersama pengurus Komunitas Jurnalis Kepri. Ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk memastikan lokasi benar-benar siap, sehingga kegiatan penanaman mangrove nantinya berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Ady di sela-sela peninjauan.
Ia menjelaskan, kehadiran Menteri Kehutanan RI dan Ketua Komisi IV DPR RI nantinya diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan wilayah pesisir.
“Insyaallah, kegiatan penanaman
ini akan dilaksanakan bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Kehadiran beliau-beliau tentu menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ady menyampaikan bahwa kegiatan penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari dukungan nyata KJK Kepri terhadap program nasional Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang digagas oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program M4CR, yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove melalui rehabilitasi dan revegetasi berbasis komunitas, kolaboratif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Ady, pemilihan lokasi penanaman di perkampungan Sungai Tiram, Desa Penaga, bukan tanpa alasan. Kawasan seluas kurang lebih 100 hektare tersebut merupakan bekas tambak udang dan ikan bandeng yang sejak tahun 2010 tidak lagi dikelola, sehingga membutuhkan upaya pemulihan lingkungan secara serius.
“Wilayah ini dulunya adalah kawasan tambak udang dan ikan bandeng. Setelah tidak dikelola, kondisi lingkungannya cukup memprihatinkan. Karena itu, kawasan ini sangat membutuhkan rehabilitasi dan revegetasi mangrove agar kembali berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat alami,” paparnya.
Ady menambahkan, upaya pemulihan mangrove di kawasan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2012 melalui keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat setempat hingga komunitas pecinta mangrove dari dalam dan luar negeri, khususnya dari Jepang.
“Kolaborasi antara masyarakat lokal, pegiat lingkungan, pecinta mangrove, termasuk dari Jepang, telah menunjukkan hasil yang positif. Saat ini, tutupan vegetasi mangrove di kawasan Sungai Tiram semakin pulih dan tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan penanaman mangrove yang akan datang, KJK Kepri berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, pemerintah daerah, masyarakat, serta insan pers dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir dari abrasi, perubahan iklim, dan bencana lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir demi generasi mendatang,” pungkas Ady Indra Pawennari. (***)
-
Natuna1 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Parlemen2 hari agoKomisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru
-
Batam1 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Batam2 hari agoDPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM
-
Batam2 hari agoNegosiasi Senyap Owner PT ADB Tak Goyahkan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Bangkai Kapal Tongkang di Lingga
-
Headline1 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Natuna3 hari agoBelajar dari YouTube, BUMDes Sebelat Mulai Ternak Ayam Pedaging
-
Tanjungpinang1 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi



