Connect with us

Batam

LBH PKPAID Kepri Desak Polisi Usut Kasus Mayat Bayi Penuh Luka Tusuk

Published

on

Foto batuampar, kpaid ery syahrial, Kpaid kepri, mayat bayi penuh luka tusuk, Pelaku pembuangan bayi, Tanjung sengkuang, temukan mayat bayi
Ketua LBH PKPAID Provinsi Kepulauan Riau, Ery Syahrial. (Foto: lintaskepri)

Batam, Kabarbatam.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Daerah (PKPAID) Provinsi Kepulauan Riau meminta aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan kasus penemuan mayat bayi penuh dengan luka tikam disekujur tubuh di dermaga pantai Tanjung Sengkuang beberapa waktu lalu.

Sudah dua pekan penemuan mayat bayi penuh dengan luka tusukan di sekujur tubuh berlalu. Namun, kasus yang ditangani oleh Polsek Batuampar ini masih menjadi misteri ditengah masyarakat Kota Batam.

Dalam kasus ini, PKPAID Provinsi Kepulauan Riau mendesak pihak Kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menyeret aktor utama dibalik peristiwa ini.

“Kita mendesak pihak Kepolisian untuk tidak berhenti melakukan penyelidikan, sebelum terungkap siapa dalang dibalik pembuangan bayi dengan luka penuh tikaman itu,” ungkap Ketua LBH PKPAID Provinsi Kepulauan Riau, Ery Syahrial, Selasa (18/5/2021).

Diungkapkan Ery, dalam perkara ini memang pihak kepolisian harus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. Dukungan masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) sangat diperlukan dalam kasus ini.

“Segala bentuk kendala pastinya ada di dalam proses penyelidikan dan kita memahami hal itu. Akan tetapi jangan menyerah dengan kondisi yang ada,” ujar Ery Syahrial.

Kendati demikian, bila kasus ini tidak terungkap, maka ke depannya orang tetap akan menjadikan anak sebagai korban, karena tidak ada efek jera sehingga memicu kemunculan kasus-kasus kekerasan anak lainnya.

“Kita berharap stakeholders perlindungan anak Pemerintah Kota Batam, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dapat lebih bekerja keras terkait permasalahan seperti ini. Saya melihat perlindungan anak saat ini agak kendor,” teranganya

Lanjut, Ery Syahrial menyampaikan, kasus pembuangan bayi dengan luka tusuk disekujur tubuh merupakan perilaku yang sangat keji.

Dalam kasus ini, pihaknya menilai aparat penegak hukum memiliki hutang kasus yang harus dituntaskan. Kemudian, tidak hanya aparat penegak hukum, pemerintah daerah harus melakukan upaya-upaya pencegahan sepertinya halnya, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, kepada masyarakat.

“Dengan adanya kasus ini, tentu menjadi cerminan, bahwa kasus kekerasan terhadap anak perlu perhatian. Pemerintah harus turun tangan melakukan upaya-upaya pencegahan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dengan luka tusukan disekujur tubuh ditemukan warga di dermaga pantai Tanjung Sengkuang, pada hari Kamis (29/4/2021).

Saat ditemukan, kondisi mayat bayi laki-laki yang lengkap dengan tali pusarnya itu sangat memprihatinkan. Selain luka tusukan disekujur tubuh, bayi itu ditemukan dalam keadaan terbungkus plastik berwana merah.

Kapolsek Batu Ampar, Salahuddin mengatakan, mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan seorang nelayan pada pukul 07.35 Wib saat ia hendak berlabuh di pinggiran pantai Tanjung Sengkuang Dalam.

“Saat ditemukan, mayat bayi laki-laki lengkap dengan tali pusarnya itu, dipenuhi luka tusukan sebanyak 8 tusukan dibagian depan dan 9 tusukan di bagian belakang serta dibungkus plastik bewarna merah,” ujar Salahuddin saat dikonfirmasi, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskannya, bayi malang tersebut diperkirakan baru lahir, hal itu terlihat adanya tali pusar masih menempel di jasad bayi tersebut.Mayat bayi malang itu sudah dievakuasi oleh polisi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri guna dilakukan otopsi serta penyelidikan lebih lanjut. (Atok)

Advertisement

Trending