Connect with us

BP Batam

Lion Air Group Tambah Investasi Industri MRO Batam, Bangun 6 Hangar di Hang Nadim

Published

on

Foto Hangar Lion Air, Headline, Lion air group, Lion air group bangun hangar
Penandatanganan MoU atau nota kesepahaman BP Batam bersama Lion Air Group, di Gedung Marketing Centre BP Batam.

Batam, Kabarbatam.com – Lion Air Group menambah jumlah investasinya di Batam dengan membangun hangar tahap (fase) tiga di Bandara Hang Nadim Batam. Nilai investasi yang ditanamkan hingga tahap enam mendatang sebesar Rp3,7 triliun.

Demikian disampaikan Edward Sirait, Presiden Lion Air Group seusai menandatangani Addendum Perjanjian Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Rabu (14/4/2021).

Edward Sirait mengungkapkan bahwa Lion Air Group baru saja melakukan suatu proses perjanjian dengan BP Batam agar pelaksanaan pembangunan hangar di Batam lebih mudah dan praktis. Termasuk dalam hal kerja sama dengan pihak lain untuk melakukan pengerjaan komponen-komponen pesawat di Batam.

“Tujuan kami untuk mengembangkan industri MRO di Batam, pertama; menghemat devisa. Dengan kita membangun hangar, kita bisa menghemat devisi Rp26 triliun. Kedua; penciptaan lapangan kerja. Hingga tahap enam, ada sekitar 10.000 tenaga kerja yang dibutuhkan, di atas lahan seluas 30 hektare,” ungkap Edward, dalam keterangan persnya, di Gedung Marketing BP Batam.

Di lahan seluas 30 hektare inilah, kata Edward, Lion Air menanamkan investasinya Rp3,7 triliun. Total enam tahap atau fase hangar yang dibangun. Hangar tahap tiga sedang dibangun dan ditargetkan rampung pada Juli 2021.

Hangar tahap empat mulai dibangun tahun depan, dan selanjutnya disusul tahap lima dan enam. Di atas lahan seluas 30 hektare itu juga dibangun shop khusus pengerjaan komponen pesawat yang akan melibatkan mitra atau investor dari luar.

“Mimpinya, kami ingin mengambil pasar perawatan pesawat kawasan regional. Kami dapat ambil pasar regional sekitar 10 persen saja, atau sekitar USD10 miliar sudah lumayan,” ungkap Edward.

Foto Hangar Lion Air, Headline, Lion air group, Lion air group bangun hangar

Ia menguraikan, hangar fase satu dan dua sudah selesai dibangun. Saat ini hangar fase tiga yang mampu menampung 6 pesawat Boeing 737 sedang dibangun. Hangar fase empat akan menampung sebanyak 12 pesawat.

“Untuk hanggar dan bangunan lain, termasuk shop pengerjaan komponen pesawat tetap akan berjalan. Bila kami sudah bertemu mitra, maka proyek ini sudah bisa dibangun,” ungkapnya.

Edwad dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasinya atas penetapan aerocity Hang Nadim Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kami bersyukur karena kami juga dapat prioritas dari BP Batam terkait KEK, sehingga akan memberikan berbagai kemudahan bagi kami mengerjakan perawatan pesawat di Batam. Untuk perizinan semuanya lancar dan sejauh ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto menyambut baik penandatanganan addendum perjanjian kerja sama antara BP Batam bersama Lion Air Group. Addendum bersama ini, menurut Wakil Kepala BP Batam, akan memberikan nilai tambah bagi Batam.

“Kami mengapresiasi eksistensi Lion Air Group mengembangka industri MRO di Batam, dengan menambah kapasitas (hangar) baru di Bandara Hang Nadim Batam,” ungkap Purwiyanto.

Foto Hangar Lion Air, Headline, Lion air group, Lion air group bangun hangar

“Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi Batam. Pembangunan hangar ini, selain mampu menghemat devisa negara Rp26 triliun, juga akan merekrut 10.000 tenaga kerja baru. Ini hal yang patut disyukuri karena kegiatan MRO Lion Air Group ini, kontribusi PDRB bagi Batam sangat besar,” ungkap Purwiyanto.

Pembangunan MRO di Hang Nadim, sambung Purwiyanto, merupakan pasar yang sangat potensial. Ada pasar regional dan internasional yang dapat digarap di industri MRO Batam. Terlebih berbagai kemudahan diberikan BP Batam bagi investor yang menamamkan investasinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

“Ini pasar yang sangat potensial karena industri ini ke depan tidak hanya sebatas pada perawatan pesawat tetapi juga melakukan pengerjaan lain seperti pengerjaam komponen pesawat dan bidang lain yang berhubungan dengan MRO, dan dapat menarik investor dari luar untuk ikut melakukan pekerjaan dan menyediakan fasilitas di bidang MRO,” pungkasnya.

Hadir dalam Penandatangan Perjanjian (Addendum) Antara BP Batam dengan Lion Air Grup yakni; Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait; Direktur Utama Batam Aero Technic (BAT), I Nyoman Rai Pering; dan Anggota Bidang Pengusahaan (BP) Batam Syahril Japarin. (war)

Advertisement

Trending