Connect with us

Batam

Literasi Digital Kominfo 2021, Amsakar Sebut Pramuka Diharapkan Jadi Benteng Ketahanan Budaya

Published

on

Foto Amsakar Achmad, Literasi Digital Kominfo 2021, Wakil Walikota, Webinar Literasi Digital

Batam, Kabarbatam.com – Kominfo Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar webinar Literasi Digital 2021 dengan narasumber diantaranya Berthold DH Sinulan, Bonifasius Wahyu Pudjianto, Amsakar Achmad, Indrawati Sugiatiningsih,hingga Ramadhani Sari.

Berthold DH Sinulan yang merupakan Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika menjelaskan, dunia digital dan internet menyajikan banyak kemudahan tetapi juga banyak tantangan dan cobaan. Kebijakan pramuka dari Indonesia dimaknai bukan hanya di alam terbuka tetapi juga untuk kegiatan di dalam ruangan termasuk saat pramuka menggunakan gawai yang terhubung dengan internet.

Sesuai dengan dasa darma pramuka, ada 10 poin suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan, antara lain berpikir positif berkata positif dan perbuatan positif, hilangkan dan tidak meneruskan ujaran kebenciaan, serta kabar bohong dan segala hal dalam berkomunikasi yang menimbulkan perpecahan dan intoleransi.

Bonifasius Wahyu Pudjianto yang juga Direktur Pemberdayaan Informatika menjelaskan tentang meningkatkan literasi digital Indonesia, dengan cara menyebarkan konten positif. Berbagai kegiatan literasi digital agar Indonesia makin cakap dengan empat pilar, meliputi digital skill, digital culture, digital ethics, serta digital safety.

Menjaga data diri membuat password yang kuat dan tidak membagikan kode OTP kepada siapapun. Jejak digital merupakan semua informasi yang pernah di unggah di media sosial atau internet. Karakteristik jejak digital meliputi jejak digital aktif dan pasif. Jejak digital bersifat abadi, bisa kembali diakses di perangkat, dapat diubah menjadi bentuk lain, serta saat telah dibagikan satu kali, dapat kembali dibagikan berkali-kali.

Sementara Amsakar Achmad yang merupakan Ka. Kwarcab sekaligus sekaligus Wakil Walikota Batam menjelaskan tentang gerakan pramuka siap menghadapi tantangan pemuda yang kian kompleks di masa depan. Anggota pramuka merupakan perekat kesatuan Negara Republik Indonesia, konsekuensinya pramuka harus mampu menjadi jembatan generasi milenial yang kuat dan cerdas. Pramuka harus mampu berperan sebagai inisiator dan kreator serta integrator dari kegitan-kegiatan yang bersifat membangun semangat kebangsaan dan keBhineka-an di kalangan generasi millennial.

Pramuka diharapkan menjadi benteng ketahanan budaya dalam membendung penetrasi perusakan budaya terhadap generasi muda dengan cara pelemahan berbagai aspek kehidupan berbangsa secara masif dan terus menerus, tetapi tanpa disadari ancamannya karena bagaikan milik sendiri. Pramuka harus cerdas aktulisasinya dalam jiwa kepramukaan sebagai gerakan kemasyarakatan yang berakar pada kebudayaan sendiri dan berbasis generasi muda dan orang dewasa.

Narasumber terakhir yakni Indrawati Sugiatiningsih yang merupakan Dosen dan Pegiat Anti Narkoba menjelaskan tentang praktek etika di masyarakat yang berkaitan dengan komunikasi, interaksi sosial, perilaku media masa dan opini publik diharapkan dapat mencerminkan nilai normatif yang religius. Etika digital merupakan tata cara baik menggunakan media sosial kepada orang lain. Etika digital diperlukan ketika berkomunikasi bersama orang lain agar memperhatikan kesopanan, norma dan tanggung jawab sebab penggunaan digital atau media sosial secara tidak sehat akan mengakibatkan dampak buruk dan kerugian.

Penggunaan etika digital, antara lain tidak menyebarkan konten provokasi, tidak membagikan berita hoax, menggunakan bahasa yang baik, tidak melakukan ajakan radikalisme dan terorisme, serta tidak mengganggu privasi orang lain. Cara bijak menggunakan media sosial, antara lain berfikir sebelum mengunggah, menjaga privasi, membatasi penggunaan media sosial, penggunaan konten, serta menjaga sikap dan etika.

Wabinar diakhiri oleh Ramadhani Sari selaku TV Host, Penyanyi, dan Influencer dengan Followers 30,1 Ribu yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa sesuai dengan dasa darma pramuka, ada 10 poin suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan, antara lain berpikir positif berkata positif dan perbuatan positif, hilangkan dan tidak meneruskan ujaran kebenciaan, serta kabar bohong dan segala hal dalam berkomunikasi yang menimbulkan perpecahan dan intoleransi. Jejak digital bersifat abadi, bisa kembali diakses di perangkat, dapat diubah menjadi bentuk lain, serta saat telah dibagikan satu kali, dapat kembali dibagikan berkali-kali.

Pramuka diharapkan menjadi benteng ketahanan budaya dalam membendung penetrasi perusakan budaya terhadap generasi muda dengan cara pelemahan berbagai aspek kehidupan berbangsa secara masif dan terus menerus, tetapi tanpa disadari ancamannya karena bagaikan milik sendiri. Pramuka harus cerdas aktulisasinya dalam jiwa kepramukaan sebagai gerakan kemasyarakatan yang berakar pada kebudayaan sendiri dan berbasis generasi muda dan orang dewasa. Cara bijak menggunakan media sosial, antara lain berfikir sebelum mengunggah, menjaga privasi, membatasi penggunaan media sosial, penggunaan konten, serta menjaga sikap dan etika.

Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo memberi arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Ditindak lanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung.(*)

Advertisement

Trending