Connect with us

Batam

Magnet Itu Isdianto

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F30421200
Calon Gubernur Kepri H. Isdianto.

 
Magnet memiliki daya tarik yang menyebabkan banyak orang ingin bersama dirinya. Itulah Isdianto yang sedang menjadi “magnet” pilkada saat ini.
Di pemilihan kepala daerah, figur yang bisa menarik simpati dari tokoh masyarakat, elit politik, elit cendekiawan, maka ia sedang berada di posisi kemenangan. Siapapun yang pernah ikut pilkada, maka dia akan berusaha menarik figur publik yang memiliki massa untuk berada di barisan yang sama.
Keberpihakan tokoh-tokoh besar kepada salah satu calon kepala daerah di pilkada dinilai penting. Pengamat politik dari Universitas Nasional, Alfan Alfian, mengatakan, publik membutuhkan referensi dan tokoh bisa menjadi referensi yang signifikan bagi pemilih.
Kemenangan setiap pilkada adalah kemenangan suara. Maka pemilik kantong-kantong suara seperti tokoh-tokoh masyarakat akan didengar oleh pemilih.
Bergabungnya tokoh utama di Provinsi Kepri seperti; mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood, Andi Anhar Chalid, Abdul Razak, Husnizar Hood, tokoh masyarakat Padang Fauzi Bowo, tokoh masyarakat dari pelbagai suku di barisan Isdianto, maka itu bisa saja menjadi tanda-tanda kemenangan.
Abdul Razak menyebut, Isdianto harus dimenangkan. Semua masyarakat Melayu harus bersatu. Abdul Razak sudah tahu Ansar siapa, namun Ia menjatuhkan pilihan dan mendukung Isdianto.
Huzrin Hood pun sangat tahu siapa Ansar. Karena tahun 2000, Huzrin mencalonkan diri menjadi bupati Kepulauan Riau saat masih kabupaten bersama Ansar. Di sinilah karir politiknya bermulai.
Namun tokoh-tokoh itu tak mendukung Ansar. Malah mereka mendukung Isdianto yang dianggap mampu meneraju Provinsi Kepri dengan baik. Mampu membawa perbedaan untuk meneruskan pembangunan yang sudah diletakkan dasarnya oleh Ismeth. Ismeth pun tahu Ansar. Karena sejak Ismeth jadi Gubernur, Ansar saat itu masih Bupati Bintan.
Sehingga sering melakukan koordinasi. Namun pilihan politik, Ismeth merapat ke Isdianto. Ismeth dan Huzrin bersatu padu memenangkan Isdianto.
“Besarnya peran tokoh kita bisa lihat ketika mantan Presiden Obama sampai menelpon pemilih untuk memenangkan Joe Biden. Ismeth pun turun langsung ke tengah-tengah warga mengajak memilih Isdianto. Ia bukan hanya menelpon.”
Presiden Joko Widodo juga sampai turun ke basis-basis NU di Jawa Timur ketika Pilpres lalu. Bahkan Iwan Fals dikunjungi Joko Widodo secara khusus. Dalam sejarah pemilu di Indonesia, kedekatan dalam hal agama, organisasi dan etnik mempengaruhi perilaku pemilih.
Begitulah peran penting tokoh-tokoh yang bisa mempengaruhi massa. Dan Isdianto mendapatkan dukungan itu dari tokoh utama dan dikenang banyak orang.
Dan kita hendaknya di barisan yang sama. Bersama tokoh-tokoh itu. Bersama-sama membangun Kepulauan Riau untuk mensejahterakan rakyat.
“Jika kau tidak fokus pada impian sejak dini, kau hanya akan menjadi bintang di masa depan dan orang-orang di sekitar akan menjauh sendiri. Tapi, ketika kau menjadi emas di masa depan, orang-orang dari masa lalu atau baru akan lengket bak ditarik magnet,” begitu tulis Ariestanabirah. (*)

Advertisement

Trending