Connect with us

Headline

Menteri Bappenas Kagumi Potensi UMKM dan Budaya Kepulauan Riau

Published

on

90249dcc f621 4c61 b498 0f7e783b24d7
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy tiba di Kota Tanjungpinang, Kamis (28/5), dan meninjau sejumlah potensi ekonomi kreatif dan kawasan budaya di Provinsi Kepulauan Riau.

Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy tiba di Kota Tanjungpinang, Kamis (28/5), melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Kedatangannya didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam rangka meninjau sejumlah potensi ekonomi kreatif dan kawasan budaya di Provinsi Kepulauan Riau.

4cba03b5 a8af 49df 9799 37310d24daa3

Dalam agenda kunjungan tersebut, Rachmat Pambudy dijadwalkan meninjau Gedung Dekranasda Provinsi Kepri serta kawasan bersejarah Pulau Penyengat.

59670bbf 3a9f 4c72 a57a 2ef1b50b215c

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung pengembangan ekonomi kreatif, produk UMKM, hingga potensi budaya dan pariwisata daerah.

Saat berada di Gedung Dekranasda Kepri, Rachmat Pambudy mengaku terkesan dengan produk-produk UMKM unggulan yang dipamerkan.

63d2e8e3 c323 4d41 b4d3 8ddd2afa0666

Menurutnya, produk lokal binaan Dekranasda Kepri memiliki nilai jual tinggi karena didukung kemasan yang menarik serta penataan produk yang rapi dan modern.

Beragam produk khas daerah dipamerkan di Gedung Dekranasda Kepri, mulai dari makanan olahan gonggong, batik khas Melayu, anyaman tikar pandan, hingga kerajinan berbahan kulit gonggong.

3f039cdf 497a 4aa7 80be d89407beb3c6

Menteri Bappenas bahkan sempat melihat langsung proses penenunan kain oleh para perajin lokal.

Ia juga menilai pengelolaan produk UMKM di Dekranasda Kepri sudah terintegrasi dengan baik sebagai wadah pelayanan terpadu bagi pelaku usaha lokal.

Dalam kunjungan itu, Rachmat Pambudy turut menyoroti besarnya peluang produk olahan hasil laut Kepri untuk dikembangkan menjadi produk unggulan nasional.

Bf5a6046 db63 4b82 afb8 32f4839070e3

Ia menyebut produk olahan ikan bahkan direkomendasikan untuk menunjang kebutuhan jemaah haji, termasuk produk suplemen berbahan dasar laut seperti minyak gamat.

“Ini bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi Kepri melalui pengembangan industri berbasis sumber daya laut,” katanya.

Usai dari Gedung Dekranasda, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pulau Penyengat dengan mengunjungi sejumlah situs budaya dan sejarah, seperti masjid bersejarah, makam tokoh Melayu, serta balai adat.

2b044e6a 7ff0 45d2 842c 95f46a75302a

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bappenas menyampaikan bahwa Kepulauan Riau memiliki kekuatan besar di sektor budaya dan ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan lebih optimal.

“Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh,” ujarnya.

Meski memiliki aset sejarah dan budaya yang kuat, menurutnya potensi besar Pulau Penyengat belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan.

Namun demikian, ia mengapresiasi berbagai upaya penataan kawasan budaya Pulau Penyengat yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa diimprove supaya dampaknya lebih besar lagi, karena sudah ada storytelling, sudah ada paket wisata, tinggal marketing-nya diperbesar,” tutupnya. (Ky)

Advertisement

Trending