Headline
Nelayan Sedanau Mengadu ke Bupati, Soroti Kapal Luar dan Rumpon Rusak
Natuna, Kabarbatam.com – Puluhan perwakilan nelayan Sedanau mendatangi kantor Bupati Natuna, Selasa (10/2/2026). Mereka datang bukan sekadar bersilaturahmi, tetapi membawa keresahan lama: ruang tangkap yang kian sempit.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menerima langsung perwakilan nelayan di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI serta Kepala Dinas Perikanan Natuna. Kehadiran KKP sengaja diundang pemerintah daerah agar pemerintah pusat mendengar langsung keluhan nelayan.
“Nelayan menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, dan kita menghadirkan KKP agar bisa mendengar sendiri kondisi di lapangan,” kata Cen Sui Lan.
Dalam pertemuan itu, nelayan mengeluhkan maraknya kapal penangkap ikan dari luar Natuna, baik yang berizin provinsi maupun pusat, yang beroperasi di wilayah tangkap tradisional. Aktivitas tersebut dinilai mengganggu nelayan tempatan karena wilayah tangkap mereka semakin menyempit.
Selain persoalan kapal luar daerah, nelayan juga menyoroti kerusakan rumpon milik nelayan lokal. Banyak rumpon dilaporkan hilang atau rusak, diduga akibat kapal-kapal penangkap ikan yang melintas dan beroperasi di area tangkap tradisional.
Mereka juga menyebut kapal ikan asing masih kerap terlihat beroperasi di perairan tangkap tradisional Natuna.
Para nelayan meminta pemerintah meninjau kembali Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 serta mengevaluasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 tentang penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan pada zona penangkapan ikan terukur.
Nelayan mengusulkan agar kapal berizin provinsi dan pusat melakukan penangkapan ikan minimal di atas 30 mil laut dari garis pantai. Mereka juga meminta penerapan sanksi tegas terhadap kapal yang melanggar fishing ground tradisional serta peningkatan pengawasan laut secara berkala.
Cen Sui Lan mengatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia berencana menyurati sekaligus mengupayakan pertemuan langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
“Pemerintah daerah akan memperjuangkan perlindungan wilayah tangkap nelayan tradisional agar aktivitas perikanan masyarakat lokal tetap terjaga,” ujarnya. (Man)
-
Batam2 hari agoAda Gangguan Pelayanan Air Bersih di IPA Mukakuning 1 & 2, Ini Wilayah Terdampak Suplai Air Mengecil
-
Batam1 jam agoEnam Oknum Petugas BC Batam Diduga Keroyok Sopir Truk di Pelabuhan Roro Punggur
-
Headline3 hari ago“Sejauh Doa Cahaya Batam” Bukti Kreativitas Anak Batam di Bidang Perfilman
-
Headline1 hari agoDi Antara Abu dan Harapan, Rumah Maryani Akan Berdiri Kembali
-
Batam2 hari agoRute Singapura – Batam Semakin Dekat dengan AirFish Voyager
-
Bintan3 hari agoTerus Lahirkan Wirausaha Muda, Bupati Roby Buka Pelatihan Keahlian Barber
-
BP Batam2 hari agoGotong Royong Bersama RSBP Batam, Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan
-
Headline2 hari agoBazar Pangan Murah Bulog Batam Diserbu Warga Karimun, Minyakita dan Beras Jadi Rebutan



