Connect with us

Headline

PA Karimun Tangani 427 Perkara Perceraian Selama Pandemi COVID-19

Published

on

Foto berita karimun, Kabar Karimun, karimun, PA Karimun Tangani 427 Perkara Perceraian, pengadilan agama karimun, perceraian di karimun
Pengadilan Agama Kabupaten Karimun (Foto : Ist)

Karimun, Kabarbatam.com – Sepanjang tahun 2020, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau telah menangani sebanyak 427 perkara perceraian.
Hanya saja, PA Kabupaten Karimun tidak merincikan secara pasti berapa gugatan perceraian oleh pasangan suami istri (Pasutri) yang dikabulkan.
Namun, Wakil Ketua PA Karimun M Andri Irawan membeberkan bahwa pihak dari wanita atau istri mendominasi dalam mengajukan permohonan gugatan cerai ke pihaknya.
“Pihak istri mendominasi mengajukan gugatan perceraian,” ujar Andri, Kamis (14/1/2021).
Faktor ekonomi yang begitu sulit ditengah pandemi COVID-19 menjadi salah satu penyebab banyaknya pasutri yang memutuskan bercerai.
“Penyebab perceraian yang paling mendominasi itu faktor tidak terpenuhinya nafkah yang mencapai sekitar 70 persen. Faktor lainnya perilaku suami yang tercela,” katanya.
Andri menyebut bahwa tidak bisa dipungkiri jika penyebab perceraian memang dipicu faktor ekonomi yang sulit ditengah pandemi COVID-19.
“Mungkin sedikit-banyak ada korelasinya dengan pandemi COVID-19. Karena, mungkin dulunya bekerja sekarang tidak, banyak di rumah, yang berdagang penghasilannya menurun karena daya beli masyarakat turun,” ujarnya.
Namun, kata dia, jumlah angka perceraian sepanjang tahun 2020 yang ditangani oleh pihaknya ini justru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019.
Pasalnya, tahun 2019 lalu PA Karimun menangani sebanyak 511 perkara perceraian. Jumlah itu naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 502 perkara.
Dari 511 perkara tahun 2019 itu, sebanyak 445 perkara dikabulkan atau putus cerai, selain kasus perceraian, pihaknya juga menangani cerai talak sebanyak 128 perkara.
“Kemudian pengesahan pernikahan 24 perkara, pengajuan permohonan perwalian nikah 4 perkara, ahli waris dua perkara, ngangkat anak 4 perkara dan permohonan asal usul anak 3 perkara,” tutup Andri.

Advertisement

Trending