Connect with us

Natuna

Pabrik Mini Pengolahan Sagu Beroperasi, Olahan Sagu Lebih Higienis

Published

on

IMG 20251230 WA0096
Bupati Natuna Cen Sui Lan didampingi Tarmizi, camat Bunguran Timur Laut meresmikan pabrik mini pengolahan sagu di Desa Kelanga, Natuna.

Natuna, Kabarbatam.com – Produksi sagu di Kabupaten Natuna kini memasuki fase baru. Bahan baku pangan tradisional itu tidak lagi sepenuhnya diolah secara konvensional, melainkan menggunakan peralatan modern berskala pabrik mini yang lebih higienis dan efisien.

Bupati Natuna Cen Sui Lan meresmikan pabrik mini pengolahan sagu milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelanga, Selasa, (30/12/ 2025).

Fasilitas yang berlokasi di Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, ini diharapkan membuka akses ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Cen Sui Lan mengatakan, kehadiran pabrik mini sagu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sagu yang selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah.

“Sagu bukan sekadar pangan lokal, tetapi juga identitas dan kekuatan ekonomi masyarakat Natuna. Dengan pengolahan yang lebih modern, nilai ekonominya akan jauh lebih besar dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” kata Cen Sui Lan dalam sambutannya.

Ia menegaskan pengelolaan pabrik harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan agar mampu menciptakan lapangan kerja serta peluang usaha baru di tingkat desa. Menurut dia, BUMDes Kelanga tidak cukup hanya memproduksi sagu mentah, tetapi perlu mengembangkan berbagai produk turunan bernilai jual lebih tinggi.

Cen Sui Lan juga menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pengembangan usaha desa, termasuk membuka akses pasar agar produk sagu lokal mampu bersaing dan bertahan dalam jangka panjang.

Selain aspek ekonomi, ia mengingatkan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang tertib. Ia menyoroti perlunya pembaruan data terpadu di tingkat rukun tetangga serta sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Data yang akurat menjadi kunci agar program dan bantuan pemerintah tepat sasaran. Fungsi pengawasan BPD harus berjalan optimal,” ujarnya.

Camat Bunguran Timur Laut, Tarmizi, pabrik mini tersebut menggantikan proses pengolahan bahan mentah yang lebih higienis.

Sementara itu, sagu butir masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan lokal dan akan dikembangkan dengan sistem pengemasan, sertifikasi halal, serta perizinan usaha.

Adapun sagu basah, kata dia, masih diproduksi untuk konsumsi lokal. Stok bahan baku berupa batang sagu dinilai aman hingga tiga tahun ke depan.

“Persediaan batang sagu di Kelanga masih mencukupi sampai 3 tahun ke depan,” kata Tarmizi.

Ia menambahkan, satu batang sagu di wilayah Kelanga saat ini dihargai sekitar Rp120 ribu dalam kondisi telah dikupas dan dipotong.

Proses pengolahan yang sebelumnya dilakukan secara tradisional kini telah menggunakan mesin pengolahan, khususnya pada tahap produksi sagu basah, dengan target utama pengembangan ke arah produksi tepung sagu.

Peresmian pabrik mini pengolahan sagu ditandai dengan pemotongan pita dan pengoperasian mesin pengolahan sagu oleh Bupati Natuna. Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, camat, pemerintah desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap pabrik mini pengolahan sagu Desa Kelanga dapat menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis kearifan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (man)

Advertisement

Trending