Natuna
Pedagang Mengeluh, Harga Sayuran di Natuna Terus Meroket
Natuna, Kabarbatam.con – Hampir seluruh harga komoditi sayur sayuran di pasar rakyat di Ranai terus meroket. Kondisi sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.
Meroketnya harga sayur sayuran di pasar ini tidak hanya bagi sayuran dari luar Natuna, namun juga berlaku sayuran lokal. Tentu saja bukan menguntungkan pedagang, namun banyak pedagang mengeluhkan kenaikan harga yang meroket.
Salma,47, pedagang di pasar rakyat mengaku, sejak harga sayur sayuran terus naik, pedagang ikut merugi. Disebabkan pembeli terus sepi.
“Sekarang semakin sepi. Kami sering rugi kalau harga sayur sayuran mahal begini. Bukannya untung, tapi malah sayuran busuk terbuang,” ujar Salma, Senin (1/4).
Salma mengaku, sayur sayuran lokal pun ikut naik sekarang. Seperti terong, sebelumnya 15 Ribu perkilo, sekarang sudah Rp 20 ribu perkilo. Bahkan harga tomat tembus Rp 45 ribu per kilo.
Namun harga cabai merah mulai stabil sekitar Rp 75 ribu per kilogram. Dibanding harga cabai rawit masih sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per ons.
“Harga wortel masih tinggi, sekarang Rp 28 ribu per kilo. Sebelumnya sekitar Rp 20 ribu, tapi sekarang lagi kosong. Sayuran kol Rp 20 ribu per kilo, sebelumnya Rp 15 ribu sampai Rp 18 ribu perkilogram. Tentu saja kami sangat mengeluhkan kondisi harga saat ini. Apalagi sebagian komoditi sayuran di Ranai masih di pasok dari luar daerah,” ujarnya.
-
Batam3 hari agoKapal Mutiara Galrib Samudera Muatan Limbah Hitam Kandas, Laut Sekupang Terancam Tercemar
-
Batam2 hari agoWamen Desa Lantik Agus Wibowo sebagai Ketua DPP IARMI Kepri, Siapkan Program Menwa Masuk Desa dan Pulau
-
Batam3 hari agoPLN Batam Gelar First Piling Proyek PLTGU Batam #1 120 MW, Perkuat Sistem Kelistrikan dan Dorong Ekonomi Batam
-
BP Batam23 jam agoBP Batam di SMF 2026 Singapura: Jadikan Batam Pusat Eksekusi Investasi Tercepat di Asia Tenggara
-
Batam3 hari agoSetetes Darah, Sejuta Harapan: Kolaborasi KJK dan Lintas Institusi Gelar Donor Darah HPN 2026
-
Batam2 hari agoTim Gabungan KSOP Batam Pasang Oil Boom Antisipasi Tumpahan Limbah Hitam Meluas di Laut Sekupang
-
Headline2 hari agoGusti Yennosa (Ocha) Kembali Nahkodai IJTI Kepri Periode 2026–2030
-
Batam3 hari agoBertemu Ketua KJK, Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang Siap Hadiri Aksi Tanam Mangrove Sempena HPN 2026



