Ekonomi
Pedasnya Harga Cabai Rawit di Kepri Kerek Inflasi 1,14% pada Desember 2025
Batam, Kabarbatam.com – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,14% (mtm), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,23% (mtm). IHK tersebut diperoleh Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Secara tahunan inflasi Kepri tercatat sebesar 3,47 % (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar (yoy).
Inflasi juga terjadi pada 3 Kabupaten/Kota IHK di Kepri, yaitu Batam, Tanjungpinang dan Karimun yang masing-masingnya tercatat inflasi sebesar 1 ,14 0/0 (mtm), 1,28 0/0 (mtm), dan 0,92 0/0 (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,68% (yoy), 2,75 0/0 (yoy), dan 2,72 % (yoy). Dengan realisasi tersebut, inflasi Kepri pada tahun 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi di bulan Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,91 % (mtm) dengan andil sebesar 0,85%.
Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah sebagai dampak dari ketersediaan yang terbatas akibat bencana hidrometeorologi di daerah sentra penghasil pangan di Sumatera bagian utara di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang nataru.
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,63% (mtm) dengan andil sebesar 0,12%. Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga emas seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian geopolitik global.
Adapun kelompok transportasi turut mengalami inflasi sebesar 1,13% (mtm) dengan andil sebesar 0,16%. Inflasi kelompok ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode Nataru serta pelaksanaan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) meskipun inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh periode diskon transportasi.
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri Ardhienus, mengatakan, terkendalinya inflasi di Kepri sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari eratnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik dilevel provinsi maupun kabupaten/kota ditengah kuatnya pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan T PID se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif),” ujar Arhienus.
Berbagai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025, antara lain (i) High Level Meeting (HLM) TPID Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Bintan; (ii) Publikasi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali; (iii) Edukasi mengenai inflasi melalui sosialisasi; dan (iv) Pelaksanaan Operasi Pasar/ Pasar Murah.
Ia mengatakan, memasuki bulan Januari 2026, terdapat beberapa pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain (i) trend kenaikan harga emas dunia yang masih berlanjut dan (ii) Normalisasi tarif angkutan laut pasca berakhirnya periode diskon transportasi.
Disisi lain, faktor penahan inflasi kedepan diantaranya :(i)Normalisasi permintaan pangan pasca berakhirnya HBKN Nataru, dan (ii)Penurunan harga BBM Nonsubsidi per 1 Januari 2026.
“Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga tekanan inflasi pada tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 %,” pungkasnya. (*)
-
Politik1 hari agoPraktisi hingga Akademisi di Batam Singgung Wacana Perbaikan Sistem Pilkada
-
Ekonomi2 hari agoWIRARAJA GESEIP Teken JDA Ekosistem Semikonduktor USD4,89 Miliar, Percepat Transformasi Industri Teknologi Tinggi di Indonesia
-
Bintan3 hari agoBupati Bintan Apresiasi Program JAPFA for Kids 2025, Intervensi Gizi Jangkau Ribuan Siswa
-
BP Batam2 hari agoBatam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
-
Bintan2 hari agoSafari Ramadan Ketiga, Bupati dan Wakil Bupati Bintan Sambangi Binut dan Seri Kuala Lobam
-
Batam11 jam agoPakar Nilai Impor Energi dari AS Strategis, Jaga Ketahanan dan Perkuat Diplomasi Dagang Indonesia
-
Batam11 jam agoGeothermal Sumber EBT Paling Potensial, Pakar Ingatkan tentang Iklim Investasi & Insentif bagi Investor Berskala Besar
-
Batam1 hari agoJangan Lewatkan, Program Sunset Ramadhan Beverly Hotel Batam Siapkan Doorprize Menarik bagi Pengunjung



