Connect with us

Batam

Pelansir BBM Merajalela, Pertamina Batam Bakal Cabut Izin SPBU Yang Melayani Pelansir BBM

Published

on

SPBU

Batam, Kabarbatam.com – Baru-baru ini tim gabungan Pertamina Batam bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam melakukan operasi penertiban pelangsir BBM di sejumlah SPBU Kota Batam.

Dalam operasi gabungan, tidak sedikit petugas mendapat perlawanan dari para pelaku pelansir BBM seperti halnya yang terjadi di SPBU Tanjung Riau, Rabu (6/10/2021) kemarin.

Operasi ini dihalangi oleh para pelaku pelansir BBM yang tengah berada di SPBU tersebut, mulai dari menghalangi pemeriksaan, hingga menghalangi kendaraan yang ditumpangi oleh Kadisperindag Batam, Gustian Riau saat akan meninggalkan lokasi SPBU.

Diketahui, sidak yang dilakukan oleh Pertamina Batam dan Disperindag Batam, mulai dilakukan pada Kamis (30/9/2021) lalu.

Dihari pertama penindakan, petugas gabungan berhasil mengamankan 4 mobil dengan modifikasi tangki dan 7 sepeda motor dari SPBU Sukajadi, SPBU Kabil, dan SPBU Tiban 3 Sekupang.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina Batam mengaku saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah SPBU di Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Karena kewenangan kami dari Pertamina hanya ke SPBU saja, kalau pelaku itu wewenang Disperindag. Untuk itu, saat ini kami sedang evaluasi dulu sebelum menjatuhkan sanksi hanya untuk SPBU,” ungkap Branch Manager II Pertamina wilayah Batam, William Handoko, Kamis (7/10/2021).

Lanjut, ia menegaskan, Pertamina Batam akan mencabut izin dari SPBU yang diketahui memang melayani pembelian BBM bersubsidi jenis Premium terhadap oknum pelansir BBM.

“Kalau memang dengan sengaja, bahkan mengkhususkan diri hanya melayani pelansir. Akan langsung di cut,” tegasnya.

Kendati demikian, kata Wiliam, beberapa petugas SPBU juga mengaku cukup kesulitan dalam mengenali apakah kendaran yang datang mengantri adalah kendaraan pelansir. Para pelansir BBM di Batam, diakuinya kerap berganti modus saat melakukan aksinya.

Modus lain yang biasa digunakan oleh pelansir adalah memilih beberapa SPBU sasaran, setelah mengosongkan BBM Premium dari tangki bahan bakar mereka.

“Jadi biasanya yang seperti ini, mengisi Premium dulu di satu SPBU hingga penuh. Dan kembali ke titik atau mungkin gudang, untuk mengosongkan tangki. Kemudian pergi ke SPBU lain untuk kembali mengisi Premium. Kalau yang seperti ini kan agak susah diawasi oleh petugas SPBU, karena yang mengisi itu banyak,” paparnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya juga telah memberikan beberapa solusi kepada para petugas SPBU dalam hal pengawasan. Diantaranya adalah menolak melayani kendaraan yang diketahui mati pajak kendaraan dan mencatat semua nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM Premium.

“Solusi dan tindakan yang kita lakukan saat ini. Diawali karena kita selalu mendapat keluhan bahwa selalu terjadi antrian panjang di SPBU yang menjual Premium. Tapi dari giat yang kita lakukan sampai hari ini, ternyata penyebab antrian panjang ini adalah kehadiran para pelansir,” pungkasnya. (Atok)

Advertisement

Trending