Connect with us

Kepri

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Ribuan Guru di Kepri Wajib Swab Antigen

Published

on

Foto Belajar tatap muka, guru swab antigen, pedoman ptm, pembelajaran tatap muka, ptm di pemprov kepri, PTM terbatas, sma dan smk di kepri, sma di kepri, swab antigen
Guru tingkat SMA/SMK sederat mengikuti Test Antigen Covid-19 di Puskesmas terdekat dengan sekolah masing-masing.

Batam, Kabarbatam.com – Sebelum menggelar pembelajaran tatap muka yang digelar Jumat (1/10/2021), hari ini ribuan guru tingkat SMA/SMK sederat mengikuti Test Antigen Covid-19 di Puskesmas terdekat dengan sekolah masing-masing.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kepri Nomor: 590/SET-STC19/IX/2021, dimana 7 kabupaten dan kota di Kepri, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

Kasi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Kepri, Nelson Yanry mengatakan, jumlah guru yang melakukan test antigen se-Kepri berjumlah 5.562, sedangkan tenaga pendidik 1,745 orang.

“Jumlah keseluruhan guru dan tenaga pendidik yang akan menjalani Test Antigen berjumlah 7,307 orang,” kata Nelson, Kamis (30/9/2021).

Foto Belajar tatap muka, guru swab antigen, pedoman ptm, pembelajaran tatap muka, ptm di pemprov kepri, PTM terbatas, sma dan smk di kepri, sma di kepri, swab antigen

Kasi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Kepri, Nelson Yanry.

Nelson menjelaskan, test antigen dilakukan bertujuan untuk memastikan dan meyakinkan orang tua siswa, bahwa para pengajar aman dari virus.

“Jika hasil test negatif, para guru dipersilahkan mengajar. Namun, hasil test positif, agar cepat sembuh,” ujarnya.

Lanjut Nelson, test antigen untuk para guru dan tenaga pendidik sudah ditanggung dan di fasilitasi Dinas Kesehatan Kepri, dan tidak dikenakan biaya.

“Atas arahan Gubernur Kepri, Dinkes Kepri dan Disdik Kepri saling berkoordinasi mempersiapkan pembelajaran tatap muka terbatas,” ungkap Nelson.

Bagi para siswa, Nelson menuturkan bahwa tidak ada test antigen. Pasalnya, siswa sudah melakukan vaksinasi hingga tahap II.

“Siswa tidak melaksanakan antigen, karena sebagian besar sudah mendapatkan vaksin tahap II,” katanya.(*)

Advertisement

Trending