Connect with us

Nasional

Pria Ini Tipu Mantan Pramugari, Ngaku Anggota Polri

Published

on

Foto Heri Budiono, Polisi Bodong, Sopir Bank

Kabarbatam.com – Heri Budiono, 32, nekat mengaku sebagai anggota Polri, demi meraih untung. Tak tanggung-tanggung, beragam atribut reserse dia kenakan saat berkenalan dengan korbannya. Mulai dari kaos tulisan Polisi, masker TNI Polri hingga foto dengan senjata api.

Heri berhasil menipu korbannya luar dan dalam. Berawal dari percakapan di aplikasi TanTan, korban inisial FRLP terjerat. Berlanjut dengan pertemuan tatap muka ke hubungan pribadi dan merambah bisnis.

“Jadi korban ini memiliki usaha rental mobil. Setelah kenal dengan pelaku langsung meminta tolong untuk mengembangkan usaha milik korban. Awalnya kenal lewat TanTan medio November 2020,” jelas Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah ditemui di Mapolres Sleman, Selasa (24/8).

Guna meyakinkan, Heri melakukan panggilan video ke korbannya. Kaos polisi selalu dikenakan saat sedang berkomunikasi. Termasuk masker dengan lambang TNI Polri.

Kepada korban, warga Banguntapan Bantul ini mengaku sebagai anggota Polsek Gondokusuman. Beberapa kali juga mengirim foto razia. Adapula foto dengan sekelompok anggota Polri.

“Saat korban sudah percaya, pelaku kemudian minta uang secara transfer maupun cash. Total uang yang diminta sudah mencapai Rp 108 juta,” kata AKP Deni Irwansyah.

Dari hasil penyidikan, sosok tersangka hanyalah karyawan bank. Tepatnya sebagai supir di salah satu bank di Jogjakarta. Sementara untuk atribut Polri didapatkan dengan membeli maupun pinjam.

“Atribut kaos itu didapat dari kerabat tersangka yang memang polisi. Kalau masker beli online. Kami kenakan Pasal 378 KUHP ancaman 4 tahun penjara,” ujar Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah.

Kanit IV Satreskrim Polres Sleman, Iptu Apfryyadi Pratama menuturkan tersangka terbilang cukup licin. Nama Kapolda DIJ dicatut untuk memperdaya korban. Terlontar saat korban menagih uang pinjaman kepada tersangka.

Tersangka mengaku sedang terlibat proyek pembangunan Tol Jogja-Solo. Nama Kapolda dicatut untuk meyakinkan korbannya. Setelah proyek selesai, maka seluruh pinjaman kepada korban akan dikembalikan.

“Ngakunya sudah ngomong dengan Kapolda kalau proyek tol selesai uang akan kembali. Pelaku ini sampai pegang kartu ATM korban karena saking korban saking percayanya,” kata  Iptu Apfryyadi Pratama.

Dari penyidikan, terungkap sejumlah kejahatan lainnya. Ada dugaan tersangka melarikan sejumlah mobil rental. Setidaknya ada 7 unit kendaraan hasil berhasil dilarikan.

“Uang dari hasil menipu ini untuk nyabu, judi dan kehidupan sehari-hari. Ya alesannya untuk kebutuhan keluarga juga,” ujar Kanit IV Satreskrim Polres Sleman, Iptu Apfryyadi Pratama.(*)

Advertisement

Trending