Connect with us

Batam

Ratusan TKA Diduga Ilegal Asal Tiongkok Ditampung di Ruko Kawasan Nongsa

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240517 Wa0050
Ruko yang diduga sebagai tempat penampungan para TKA asal Tiobgkok.

Batam, Kabarbatam.con – Ratusan orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok disinyalir tak mengantongi izin Keimigrasian yang lengkap ditampung di sejumlah unit ruko di wilayah Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Diketahui, Tenaga Kerja Asing yang didominasi berasal dari negeri tirai bambu itu dipekerjakan sebagai welder di PT. KIDE Kabil, Batam, yang berlokasi di Kawasan Industri PT. Nusa Solar Indonesia.

Keberadaan puluhan TKA ini tentu menimbulkan kecurigaan. Informasi yang diperoleh wartawan, TKA asal China tersebut masuk ke Indonesia hanya bermodal Visa Wisata. Mereka kerap ‘kucing-kucingan’ ketika melihat petugas patroli.

“Para TKA itu kerap kali kucing-kucingan saat melihat petugas patroli. Mereka ada yang sembunyi di gorong-gorong, parit dan lari tunggang langgang ketakutan menghindari petugaa,” ungkap Agus, seorang mantan pekerja di perusahaan tersebut.

Agus menuturkan, ada sekitar 100 pekerja asal China yang direkrut oleh PT KIDE. Mereka diperlakukan istimewa dan sangat berbeda dengan pekerja lokal.

“Sekarang ini ada kurang dari 100 orang TKA diduga ilegal asal China dalam PT KIDE. Bahkan pas bulan puasa kemarin, sudah ada yang meninggal ketimpa besi dan kasus kematiannya ditutup,” ujarnya, Jum’at (17/5/2024).

Lanjut, Agus menyampaikan, para pekerja asing yang didatangka dari Tiongkok itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia dan kemana-mana harus menggunakan penerjemah.

“Mereka tidak bisa sama sekali berbahasa Indonesia. Bahkan, saat di lokasi kerja pun TKA tersebut kerap membuat gaduh dengan pekerja lokal,” terangnya.

Agus berharap, pihak dan instansi terkait dapat mengungkap kasus ini. Keberadaan TKA tersebut sudah jelas menyalahi peraturan ketenagakerjaan.

“Saya rasa, ada oknum yang sengaja menutupi terkait keberadaan mereka. Mana mungkin mereka bisa datang dalam jumlah banyak jika tidak ada yang nerekrut dan mengkoordinir,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya menggali informasi lebih dalam perihal keberadaan ratusan TKA yang diduga kuat tak memiliki izin Keimigrasian yang lengkap tersebut. (Atok)

Advertisement

Trending