Connect with us

Batam

Sambil Membopong Jenazah, Puluhan Pedagang Pasar Induk Jodoh Geruduk DPRD dan Pemko Batam

Published

on

Foto Pasar Induk Jodoh, Pedagang Pasar Induk Jodoh, penertiban pasar induk jodoh, Penertiban pedagang pasar induk

Batam, Kabarbatam.com – Sambil membawa jenazah Friska Ginting, puluhan pedagang Pasar Induk Jodoh melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Batam dan Kantor Pemko Batam, Rabu, (28/7/2021).

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pedagang tersebut untuk meminta tanggung jawab pemerintah kota atas penggusuran pasar induk jodoh yang menyebabkan ada warga meninggal dunia.

Koordinator Lapangan (Korlap) yang juga sebagai Lembaga Investigasi Tipikor, Hana Hatan Nainggolan mengatakan, aksi demo yang dilakukan para pedagang pasar induk Jodoh ini untuk meminta tanggung jawab pemerintajlh kota Batam atas penertiban pasar induk jodoh hingga jatuhnya korban jiwa.

“Kami menuntut keadilan, dan meminta wali kota Batam untuk menanggapi hal ini dengan serius. Dimasa kondisi PPKM ini, seharusnya dipertimbangkan untuk tidak menggusur pasar induk jodoh yang di dalamnya ada masyarakat,” ujar Hatan.

Diungkapkan Hana Hatan, pihaknya sudah melaporkan hak ini ke Polda Kepri namun ditolak. Atas penolakan laporan tersebut, masyarakat pasar induk jodoh melakukan aksi demo dengan mendatangi kantor Walikota dan DPRD Kota Batam.

“Kemarin saya dengar, komunitas pasar induk melaporkan kejadian ini ke Polda Kapri namun ditolak. Dengan ditolaknya laporan itu, mereka akhirnya turun ke jalan dengan membawa jenazah almarhum ke kantor wali kota untuk meminta tanggung jawab atas kejadian ini,” jelasnya.

Usai melakukan aksi unjuk rasa, puluhan pedagang pasar induk memakamkan jenazah Friska Ginting di TPU Sei Temiang.

Diberitakan sebelumnya, Proses penertiban pasar induk Jodoh terhenti setelah adanya salah satu warga yang meninggal dunia diduga karena serangan jantung.

Salah satu warga Bony Ginting mengungkapkan, korban Friska Ginting (42) meninggal dunia setelah syok lantaran melihat kehadiran alat berat dan tim terpadu saat melakukan penertiban.

“Korban kaget melihat alat berat dan tim terpadu datang ke pasar Induk Jodoh. Bahkan sebelumnya belum ada pemberitahuan terkait penertiban ini,” ujar Bony Ginting

Lanjut, Bony menyampaikan bahwa pihaknya mengaku, pada saat peristiwa itu terjadi tidak ada bantuan medis dari petugas sehingga keluarga berinisiatif untuk mengangkut jasad almarhum.

“Tidak ada sama sekali bantuan dari tim medis, ini murni warga yang mengangkat jenazah,” terang Bony.

Atas peristiwa ini, para warga meminta pertanggung jawaban dari kadisperindag sebab menurut para pedagang tidak adanya koordinasi dengan warga untuk melakukan penggusuran.

“Kami mempertanyakan mengapa di tengah PPKM saat ini pemerintah malah melakukan penggusuran,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan pemberitahuan kepada warga yang menempati pasar induk Jodoh terkait rencana penertiban oleh tim terpadu.

Pihaknya menyampaikan bahwa pasar tersebut akan dibangun dengan bangunan pasar yang baru. “Kami sudah menyampaikan pemberitahuan kepada warga. Pasar tersebut akan dibangun, ditargetkan awal tahun depan pengerjaan mulai dilakukan,” ujarnya. (atok)

Advertisement

Trending