Batam
Sejumlah Karyawan ITEBA Jadi Korban Penipuan Pinjam Uang Via Whatsapp
Batam, Kabarbatam.com – Penipuan berkedok whatsapp menimpa seorang warga Batam. Warga mengalami kerugian hingga ratusan juta, karena aplikasi tersebut menyasar perguruan tinggi yang ada di daerah ini.
“Awalnya dia mengaku dari teman saya. Ingin meminjam uang, karena nomor yang digunakan adalah orang teman dekat saya. Ngakunya mau diganti, setelah ditunggu berapa lama, kok diam saja. Lalu saya beranikan diri untuk menghubungi teman tersebut. Ternyata teman tersebut tidak pernah melakukan pinjaman,” kata Rey, salah satu staff satu staf di Institut Teknologi Batam (ITEBA) di Batam, Kamis (31/3).
Anehnya, tutur dia, waktu ditransfer nama bersangkutan benar nama rekannya. Tanpa perasaan apa-apa, korban langsung mentransfer uang senilai Rp4 juta kepada yang bersangkutan.
Di tempat sama, Feri yang juga staf ITEBA mengatakan awalnya si penipu menanyakan apakah ada uang di rekening. Karena yang menghubungi adalah teman dia, Feri tanpa ada rasa curiga langsung menjawab ada.
“Mau ditelepon juga teman yang udah lama kenal, saya langsung aja transfer uangnya,” katanya.
Feri mentransfer uang sebesar Rp2 juta kepada orang yang memakai foto profile temannya. Dari kejadian itu, Feri baru sadar bahwa yang menghubunginya itu bukan lah temannya yang sesungguhnya. Dia mengaku mengalami kerugian Rp2 juta.
Dia berharap agar pihak kepolisian mengusut kasut ini. Sebab nama yang ditransfer itu cocok dengan nama temannya. Namun, temannya tersebut mengaku merasa tidak pernah meminjam uang kepadanya.
Seiring berkembangnya teknologi dan masifnya adopsi smartphone, kejahatan siber seakan sulit dihindarkan. Berbagai kasus penipuan atau scam berupa pesan singkat, sering didapat dari pihak ketiga yang tak dikenal.
Beberapa kasus tersebut misalnya adalah spam, hoaks, atau pengelabuan (phising).
Pihak kepolisian pun, dalam hal ini tidak berbuat banyak. Karena hingga saat ini belum ada yang membuat laporan kepada polisi.
Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana belum menerima laporan terkait aksi penipuan berkedok whataps yang merugikan beberapa perguruan tinggi swasta itu. (*)
-
Natuna2 hari agoDi Bawah Kepemimpinan Raja Mustakim, KPDN Perluas Peran Sosial
-
Batam2 hari agoSatgas Cegah Lebih dari 2.000 PMI Non Prosedural, Kapolda: Polda Kepri Segera Bentuk Direktorat TPPO
-
Parlemen3 hari agoKomisi I DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Mediasi Polemik Lahan Kavling Batuaji Baru
-
Batam3 hari agoDPRD Kota Batam Gelar Paripurna, Dengarkan Pendapat Wali Kota soal Ranperda LAM
-
Headline2 hari agoKomandan Kodaeral IV Kobarkan Semangat Prajurit TNI AL saat Peringati Pertempuran Heroik Laut Arafuru
-
Batam3 hari agoNegosiasi Senyap Owner PT ADB Tak Goyahkan Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Bangkai Kapal Tongkang di Lingga
-
Natuna3 hari agoBelajar dari YouTube, BUMDes Sebelat Mulai Ternak Ayam Pedaging
-
Tanjungpinang2 hari agoBTS Diduga Tak Berizin di Air Raja Tanjungpinang Tetap Beroperasi, Warga Khawatirkan Dampak Radiasi



