Connect with us

Headline

Sekelumit Kisah Sedih di Panti Asuhan Nur Arrohman, Kadang Mau Masak Nasi tapi Tak Ada Beras

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240207 Wa0389
Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). berkunjung sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako ke Panti Asuhan Nur Arrohman yang terletak kilometer 14 arah Tanjung Uban

Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Untung maupun malang sering datang tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Tak ada seorang pun manusia yang menghendaki kemalangan. Tapi, semua itu adalah rahasia Allah yang sudah tertulis di lauhul mahfudz.

Begitulah gambaran kehidupan penghuni Panti Asuhan Nur Arrohman yang terletak kilometer 14 arah Tanjung Uban. Susah dan sedih adalah makanan sehari-hari bagi mereka. Terkadang mau masak nasi, tapi beras tak punya. Uang pun tiada.

“Jujur, susah dan sedih sudah biasa bagi kami. Kadang mau masak nasi, tapi beras tak punya. Untung ada hambah Allah yang tak pernah mengeluh membantu kami pada saat-saat darurat tak punya beras,” kisah Muhammad Ramli, pimpinan Panti Asuhan Nur Arrohman, Rabu (7/2/2024).

Hal itu diceritakan Ramli usai menerima bantuan bahan makanan, berupa beras, telur, gula pasir, minyak goreng, mie instan, teh celup dan jajanan anak-anak dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Img 20240207 Wa0391

Bantuan bahan makanan dari pengurus PWI Kepri dalam rangka menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang jatuh pada tanggal 9 Februari itu, diserahkan langsung oleh Sekretaris dan Bendahara PWI Kepri, Amril dan Ady Indra Pawennari didampingi Ketua Panitia HPN PWI Kepri, Henky Mohari dan pengurus lainnya.

“Kami tak punya donatur tetap. Kami juga tak pernah keluar meminta-minta atau mengajukan proposal ke pihak-pihak tertentu. Kami hanya mengandalkan donasi dan bantuan tak mengikat dari hambah-hambah Allah yang terpanggil hati nuraninya,” beber Ramli yang sudah 2 tahun memimpin Panti Asuhan itu.

Satu hal yang sangat menyentuh dari cerita Ramli, adalah kisah dua orang gadis remaja anak asuhnya yang sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjungpinang.

Karena tak kuat dengan biaya pakaian seragam sekolah dan biaya lainnya, Ramli memindahkan kedua anak asuhnya itu ke sekolah yang memberikan fasilitas biaya pendidikan gratis.

“Alhamdulillah, kedua anak kami yang kembar ini sudah diterima di sekolah yang memberinya fasilitas biaya gratis. Tapi, sampai saat ini surat pindahnya masih ditahan pihak sekolah MAN Tanjungpinang karena ada tunggakan biaya seragam sekolah yang belum dibayar sebesar Rp1,8 juta per orang,” jelas Ramli terbata-bata.

Img 20240207 Wa0390

Berbagai cara dan upaya terus dilakukan Ramli demi kelangsungan pendidikan kedua anak asuhnya. Termasuk, meminta dispensasi atau keringanan pembayaran yang totalnya mencapai Rp3,6 juta. Tapi, semuanya tak digubris pihak sekolah.

“Jangankan melunasinya, membayar separuh saja kami tak mampu. Makanya, kami minta keringanan. Kalau bisa, kami cicil dulu, supaya anak-anak kami ini dapat surat pindah,” katanya.

Mendengar penuturan Ramli itu, Bendahara PWI Kepri, Ady Indra Pawennari secara spontanitas langsung mencabut dompetnya dan menyanggupi melunasi tagihan uang pakaian seragam di MAN Tanjungpinang untuk satu orang anak panti asuhan tersebut.

“Maaf pak, saya bantu lunasi tagihannya untuk satu orang ya. Sisanya, mudah-mudahan ada hamba Allah yang tergerak hatinya untuk membantu menyelesaikan masalah ini,” ujar Ady.

Pembaca yang budiman, melalui tulisan ini, kami mencoba mengajak kita semua yang memiliki kemampuan keuangan yang berlebih, kiranya dapat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui transfer antar bank ke rekening nomor : 5567 0101 4694 539 BRI Tanjungpinang atas nama Panti Asuhan Nur Ar Rohman.

Bagi yang ingin berbagi rasa dan berkunjung langsung ke Panti Asuhan Nur Arrohman, dapat menghubungi pimpinan Panti Asuhan, Muhammad Ramli pada nomor handphone atau whatsapp 0821-8795-2854. (adi)

Advertisement

Nasional

Trending