Connect with us
The Nove Apartment Nuvasa Bay

Headline

Selain Tagline Lurus, Ada Juga Lukita-Haris Lambey (Laris) di Pilwako, Mungkinkah?

fikri

Published

on

Advertisement
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider

MALAM itu Jakarta gemerlap dingin karena diguyur hujan deras sejak siang hari. Suhu menunjukan angka 19 derajat celcius. Jakarta basah dan lelah.

Tetapi hal tersebut tak menghalangi silaturahmi dua tokoh dan figur yaitu Lukita Dinarsyah Tuwo dan tokoh muda pendatang baru yang energik, AKP Haris Lambey.

Awak media yang sengaja diundang makan malam di sebuah cafe di kawasan Mega Kuningan juga terkejut, ternyata dua tokoh Batam ini sudah duduk santai berdua di pojok ruangan.

Banyak hal yang dibahas malam itu. Mulai dari sejarah Batam, pengalaman Lukita menjadi seorang birokrat sampai kepada level jenjang tertinggi menjadi ASN (golongan 4 E), hingga suka dan dukanya memimpin BP Batam tahun lalu.

Begitu juga dengan AKP Haris Lambey, tokoh muda pebisnis sukses dan juga berprofesi sebagai polisi aktif. Ia juga bercerita banyak hal tentang konsep kemaritiman Batam yang menurutnya belum tersentuh maksimal oleh pemerintah. 

Padahal banyak sekali potensi maritim di Batam yang bisa memberikan pemasukan bagi negara, investasi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat banyak. Haris Lambey berkata, “Sudah terlalu lama kita membelakangi laut (pakai istilah Pak Jokowi), padahal secara geografis daerah kita itu adalah maritim. Seharusnya potensi geografis ini bisa menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) yang sangat besar bagi Batam”.

Lukita tak kalah semangatnya. Mantan Sesmenko Perekonomian ini mengatakan, banyak pondasi dasar pembangunan Batam yang mesti dibenahi. Batam seharusnya bersyukur karena diberi keistimewaan oleh pusat dengan adanya wewenang BP Batam. Dimana hal ini tidak di miliki oleh daerah lain. 

Jadi Batam itu, kata Lukita, proyeksinya adalah untuk kepentingan nasional yaitu  menjadi trigger pertumbuhan ekonomi nasional. “Jadi butuh wawasan global yang lebih luas dari pemimpin Batam, agar dapat mengkapitalisasi segala keistimewaan ini agar berdaya saing tinggi serta memberikan konstribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Lukita. 

“Apakah itu berupa meningkatnya investasi atau terbukanya lapangan kerja yang luas di Batam,“ ujarnya.

Haris Lambey menambahkan, sebagai polisi yang punya basic kemaritiman, karena merupakan lulusan AIP (Akademi Ilmu Pelayaran) Jakarta lalu masuk polisi, juga paham betul tentang Batam.

Ia mengatakan, kita jangan terjebak benteng psikologis yang mengatakan bahwa Singapura itu adalah ancaman. Tetapi bagi pria berdarah bugis ini, menjelaskan kembali, “Singapura itu bukan ancaman kita. Tetapi justru sahabat dan peluang bagi Indonesia. Saya sudah sering berkomunikasi dengan pihak otoritas pelayaran Singapura, bahwa mereka siap berkerja sama dengan Batam apabila Batam bisa memberi jaminan kepastian hukum yang lebih baik dalam hal pelayaran,” ungkapnya. 

“Dan kalau ini ‘ditangkap’ oleh pemerintah Batam, saya yakin akan bisa menghasilkan pemasukan miliaran rupiah bagi kas daerah dan juga membuka peluang kerja bagi masyarakat,” kata Haris optimis.

Senada yang disampaikan Haris, Lukita sudah menyiapkan sebuah formulasi ampuh bagaimana strategi membangun Batam yang lebih visioner dan berdiri sejajar selayaknya kota pelabuhan bertaraf internasional di dunia lainnya.

Pembicaraan kedua tokoh malam itu begitu dinamis dan sangat hangat. Banyak hal positif dan konstruktif dibahas malam itu yang selama ini jarang dibahas di ruang publik Batam. Yaitu bagaimana Batam ke depan melakukan sebuah lompatan besar melalui ide gagasan besar agar Batam bangkit dan berjaya kembali.

Saat ditanya keinginan kedua figur ini maju di Pilkada Batam nanti, Lukita menjawab dengan santai. “Saya sekarang murni sebagai kader PDIP. Jadi segala hal tentang Pilkada Batam, saya ikut arahan dan perintah partai. Namun, secara pribadi saya sudah menyiapakn semua hal tentang Batam kalau amanah itu diberikan,” ujarnya.

Haris Lambey juga menjawab “ Saya adalah seorang polisi dan juga pebisnis. Dimana pengabdian, kerja keras adalah semangat keseharian saya menjalani kehidupan. Terkait Pilkada Batam, saya menyerahkan semua kepada masyarakat dan juga partai politik. Sekarang semua masih cair. Jadi biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir,” jawab pria energik ini singkat.

Terkait adanya kemungkinan atau arah politik, Lukita dan Haris Lambey (Laris) akan berpasangan di Pilkada 2020? Keduanya sama-sama tertawa penuh arti.

Lukita menjawab, “Semua kemungkinanan bisa saja terjadi dalam politik. Apalagi saya melihat dinda Haris Lambey adalah salah satu sosok muda yang energik, berani melontarkan ide gagasan, dan selalu berbicara substansial. Batam tentu butuh sosok seperti beliau yang notabonenya juga punya basic kemaritiman.”

Haris Lambey sambil tersenyum lepas juga berkata, “Pak Lukita sudah saya anggap abang saya. Banyak hal positif yang bisa saya dapat pelajaran dari beliau. Dan menurut saya pribadi, Batam akan sangat beruntung kalau punya pemimpin sekaliber belia.“

Tak terasa, hampir 4 jam pembicaraan itu berakhir hangat di tengah rintik hujan yang kian mereda. Bagaimana selanjutnya ? Biarlah malam melanjutkan tugasnya menyambut pagi. Sebagaimana angin politik berhembus menyusuri relung kota Jakarta malam itu. (*)

Advertisement
BP Batam Gubernur Covid Pandemi Corona
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending