Connect with us

Ekonomi

Sumber Daya Pasir Kuarsa di Indonesia Melimpah, Ini Wilayah dengan Kandungan Terbesar

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20231017 46142
Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) Ady Indra Pawennari.

Batam, Kabarbatam. com – Potensi sumber daya pasir kuarsa di Indonesia terbilang besar. Bahkan cadangan yang dinyatakan layak tambang juga masih sangat besar. Dan selama ini usaha pertambangan tersebut belum tergarap secara maksimal.

Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) Ady Indra Pawennari mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2021, sumber daya pasir kuarsa di Indonesia mencapai 2 miliar ton, dengan cadangan (bagian dari sumber daya yang dinyatakan layak tambang) mencapai sekitar 330 juta ton.

Sumber daya ini, menurut Data Kementerian ESDM, menyebar di 23 provinsi terutama di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan rincian:

1. Sumatera: SD 255,7 juta ton; CD 63,7 juta ton

2. Jawa: SD 417,9 juta ton; CD 175,9 juta ton

3. Kalimantan: SD 859,6 juta ton; CD 17,1 juta ton

3. Sulawesi: SD 577,9 juta ton; CD 4,1 juta ton.

“Data ini menunjukkan eksplorasi dan kajian kelayakan masih perlu ditingkatkan khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, ” ungkap Ady kepada Kabarbatam. com, belum lama ini.

Terkait di mana letak potensi kandungan pasir kuarsa dan lokasi penambangannya, Ady menyatakan, tergantung lokasi keterdapatannya, namun pasir kuarsa jarang yang pas di pantai. “Jadi bisa di dekat pantai, namun lebih banyak yang di daratan yang cukup jauh dari pantai,” terangnya.

Segala aktivitas penambangan, termasuk tambang pasir kuarsa, menurut Ady, harus tetap memperhatikan dampak lingkungan sekitarnya.

Ia mengungkapkan, untuk meminimalisasi dampak lingkungan, penambangan pasir kuarsa harus disertai dengan upaya reklamasi lahan bekas tambang secara progresif.

Artinya, kata Ady, reklamasi dan rehabilitasi lahan dilakukan bersamaan dengan kemajuan penambangan. Lahan-lahan yang selesai ditambang harus segera ditata kembali untuk kemudian dilakukan pemulihan lahan, misalnya dengan revegetasi, agar daya dukung lahan dapat dipulihkan.

Adapun nilai atau harga jual pasir kuarsa di Indonesia dalam bentuk satuan tertentu diuraikan Ady yakni; harga jual pasir kuarsa di lokasi tambang secara umum berkisar sekitar Rp50-100 ribu.

Untuk penjualan domestik, dikatakan Ady, harganya mencapai sekitar Rp160-220 ribu per ton di lokasi penerima/pembeli.

“Sementara harga jual ekspor (untuk kualitas dengan kadar silika >99,5%) diperkurakan mencapai USD32 per ton FoB Vessel.

Diberitakan sebelumnya, pasir kuarsa atau silika kini mulai banyak dilirik oleh industri dunia, termasuk Tanah Air. Pasir kuarsa saat ini menjadi salah satu komponen utama dalam industri digitalisasi, termasuk industri pembuatan alutsista dan juga industri pabrik kaca.

“Seperti yang diungkapkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, turunan produk pasir kuarsa/silika bisa mencapai 60 ribu. Dan semuanya menjadi komponen pendukung dan utama dalam industri, tidak hanya kaca tetapi juga industri digital dan alutsisra,” ungkap Ady.

Untuk di industri digital, pasir kuarsa menjadi kompenen utama pembuatan microchip yang umumnya ada di handphone, tablet dan lainnya. “Teemasuk mobil-nobil listrik yang tengah ramai diproduksi juga didukung oleh komponen dari bahan pasir kuarsa,” papar Ady..

Ady menyatakan bahwa, dulu pasir kuarsa sama sekali tak dianggap. Tidak memiliki nilai bisnis dan ekonomis. Seiring kemajuan zaman dan perkembamgan teknologi, pasir kuarsa kini mulai ramai dilirik sebagai komponen utama dan pendukung di industri digital, termasuk industti dan pabrik kaca.(war)

Advertisement

Nasional

Trending