Connect with us

Metropolitan

Tiga Bocah Meninggal di Bekas Galian Pasir, DLH Batam Abai terhadap Perusak Lingkungan?

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F28409856

BATAM, KABARBATAM.com– Sebanyak tiga orang bocah meninggal dunia akibat tenggelam di kolam bekas galian yang terletak di Seitemiang, Kecamatan Sekupang, Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.
Ketiga bocah tersebut, masing-masing Devi, Visel, dan Jefan. Mereka adalah warga ruli Kendal Sari, Seitemiang, Sekupang.
Devi dan Visel adalah kakak beradik, anak dari pasangan Teresia Avilata dan Videlis Baleng. Satu orang anak lainnya bernama Jefan adalah tetangga mereka berdua. Jefan merupakan anak dari Anastasia (ibu) dan Darius Tapo (ayah).
Saat ini ketiga jasad bocah itu sudah disemayamkan di rumah Videlis. Isak tangis keluarga serta kerabat yang datang masih terdengar dari luar rumah.
Informasi yang diterima dari warga sekitar, pagi tadi ketiga bocah tersebut sedang ikut Teresia mencari sayur kangkung. Saat Teresia mencari kangkung, ketiganya korban pergi bermain dan dikejar anjing.
“Habis itu si Devi kepeleset, masuk ke kolam. Visel sama Jefan pas mau menolong ikut masuk juga,” ujar warga.
Namun Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahrozi membantah informasi kalau para bocah itu dikejar anjing.
“Bukan dikejar anjing, itu anjing mereka kok,” kata Oji saat ditemui sedang meninjau tempat kejadian.
Oji menjelaskan, kronologi kejadian diawali ketika tiga bocah tersebut melihat seorang anak, Ali mandi-mandi di kolam tersebut. Merasa tertarik, ketiganya mencoba untuk mendekati Ali.
Ketika mendekat ke tepi kolam, Devi terpelesat dan jatuh ke kolam. “Dua lagi ini ikut nolongin, tapi ikut kepeleset juga,” ujar Oji.
Melihat ketiganya terjatuh ke dalam kolam, Ali yang juga masih bocah tidak berani menolongnya. Namun dia bergegas lari ke rumahnya dan meminta tolong ke orang yang ada di rumah.
“Pertama Devi sama Visel aja yang dapat, tapi Teresia ingat ada satu lagi yang tertinggal. Nyelam lagi dianya, dapat udah hampir masuk ke dalam lumpur,” ucap Oji.
Setelah berhasil diangkat, ketiganya sempat dibawa ke Rumah Sakit Graha Hermin, Pandawa, Batuaji. Namun nyawa ketiganya sudah tidak dapat tertolong lagi.
Ayah Jefan, Darius Tapo tampak sangat terpukul dengan kepergian anak satu-satunya itu. Rencananya, jenazah ketiga bocah malang itu akan dikebumikan esok.
Ke mana DLH Batam?
Kolam berupa bekas tambang dan galian pasir di Batam tersebar di beberapa lokasi dan kondisinya cukup memprihatinkan.
Selain di Seitemiang, kolam bekas galian tambang pasir juga terdapat di beberapa lokasi, seperi Nongsa dan Tembesi.
Kejadian yang dialami ketiga bocah di Seitemiang sudah beberapa kali terjadi. Namun sejauh ini belum ada upaya dan tindakan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengatasi dan menghentikan seluruh kegiatan tambang pasir ilegal yang telah merusak lingkungan Kota Batam.
DLH Batam saat ini justru disibukkan mengurusi dugaan limbah plastik, yang akan diolah lagi menjadi produk ekspor, di Pelabuhan Batuampar Batam.
Sementara tambang dan galian pasir di sejumlah lokasi di Batam tidak mendapatkan perhatian serius. Bahkan kolam bekas tambang pasir ilegal dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan apapun. 
Pemerintah daerah, dalam hal ini DLH Kota Batam didorong memberikan perlakuan yang sama, yakni menindak pada penambang pasir yang secara nyata merusak lingkungan agar tidak ada korban lagi.(*)

Advertisement

Trending