Connect with us

Batam

Tim Gabungan KSOP Batam Pasang Oil Boom Antisipasi Tumpahan Limbah Hitam Meluas di Laut Sekupang

Published

on

IMG 20260130 WA0281
Tumpahan limbah hitam pekat yang mencemari laut seputaran lokasi kandasnya Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang akhirnya dapat di minimalisir.

Batam, Kabarbatam.com – Tumpahan limbah hitam pekat yang mencemari laut seputaran lokasi kandasnya Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang akhirnya dapat di minimalisir.

Tim gabungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam serta Pangkalan PLP Tanjung Uban memasang oil boom untuk mengatasi tumpahan limbah hitam pekat itu agar tidak meluas.

Kabid Gakkum KSOP Khusus Batam Kapten Yusirwan menjelaskan, untuk penanggulangan diawal dalam insiden ini, KSOP Batam dan Pangkalan PLP Tanjung Uban mengerahkan 6 unit Kapal Negara.

“Kami juga telah menggelar oil boom agar tumpahan limbah hitam pekat jangan sampai menyebar luas di perairan Sekupang,” ungkap Kapten Yusirwan saat dikonfirmasi Kabarbatam.com, Jum’at (30/1/2026).

Diketahui sebelumnya, Sebuah kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) bernama Mutiara Galrib Samudera bermuatan limbah hitam dilaporkan kandas di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kamis (29/1/2026) petang.

IMG 20260130 WA0177

Informasi yang berhasil dihimpun, Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera membawa sekitar 200 jumbo bag limbah hitam. Akibat insiden ini, sebagian muatan diduga tercecer dan terbawa arus laut hingga mencemari perairan sekitar Pantai Dangas sampai Pantai Tangga Seribu, kawasan Patam Lestari, Sekupang.

Sejumlah warga juga mengaku melihat langsung limbah berwarna hitam pekat telah mengotori garis pantai. Bau menyengat tercium di beberapa titik, memicu kekhawatiran dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat pesisir.

“Kapal kandas di perairan Patam Lestari, Sekupang. Limbah hitamnya berceceran sampai ke Pantai Tangga Seribu dan Dangas,” ujar seorang warga sekitar.

Berdasarkan informasi yang beredar, kapal tersebut sebelumnya mengangkut limbah dari perairan Batu Ampar. Limbah hitam itu diduga diambil dari kapal tanker, lalu dibongkar di Pelabuhan Bintang 99, sebelum dibawa menuju kawasan Kabil.

Menyikapi insiden ini, Kabid Gakkum KSOP Khusus Batam Kapten Yusirwan menjelaskan bahwa pihaknya masih fokus melakukan penanggulangan. Untuk penyebab masih dalam penyelidikan mendalam.

“Belum tau penyebabnya, saat ini kita fokus penanggulangan,” ujar singkat Kabid Gakkum KSOP Khusus Batam Kapten Yusirwan kepada Kabarbatam.com, Jum’at (30/1/2026).

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang dalam insiden tersebut. Tentu, kasus ini menjadi sorotan serius bagi dunia Kemaritiman, mengingat perairan Batam kembali tercemar oleh aktivitas pengangkutan limbah yang diduga bermasalah. (Atok)

Advertisement

Trending