Lingga
Transformasi Layanan Posyandu: Komitmen Kabupaten Lingga Menuju Masyarakat Sehat dan Mandiri
Lingga, Kabarbatam.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Lingga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan layanan Posyandu terus menunjukkan kemajuan signifikan. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan rapat lanjutan Tim Pembina Posyandu yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, dengan agenda utama membahas rencana kerja Posyandu tahun 2025.
Rapat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor yang selama ini menjadi penopang utama pelayanan dasar di tingkat desa. Fokus utamanya adalah menyelaraskan visi bersama dalam menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan anak usia dini dan penguatan kesejahteraan keluarga.
Dari Timbangan Balita Menuju Layanan Holistik Keluarga
Dalam arahannya, Maratusholiha Nizar menekankan bahwa Posyandu masa kini tidak lagi hanya identik dengan kegiatan menimbang berat badan balita. Lebih dari itu, Posyandu telah berevolusi menjadi pusat layanan keluarga yang komprehensif. Terdapat enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi pijakan utama, mencakup layanan kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak usia dini, pengasuhan, konseling keluarga, serta peningkatan kapasitas ekonomi keluarga.
“Posyandu hari ini harus menjadi simpul dari pelayanan dasar yang bersifat holistik. Pendidikan, pengasuhan, dan kesejahteraan keluarga adalah bagian tak terpisahkan dari misi besar ini. Karena itu, keterpaduan antar dinas dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan,” ujar Maratusholiha dalam sambutannya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, memimpin rapat koordinasi Tim Pembina Posyandu bersama lintas sektor di Ruang Rapat DPMD, 3 Juni 2025
Untuk mendukung pendekatan ini, TP PKK Kabupaten Lingga merancang langkah strategis berupa integrasi layanan Posyandu dengan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS). Model ini akan dijalankan oleh kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan multidisiplin, dimulai dari pilot project di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga.
Mentuda: Menjadi Contoh Inovasi Posyandu Terpadu
Desa Mentuda dipilih sebagai wilayah percontohan penerapan Posyandu Terpadu. Dengan kesiapan sumber daya manusia, dukungan penuh dari pemerintah desa, serta infrastruktur dasar yang memadai, Mentuda dinilai layak menjadi model pengembangan Posyandu berbasis komunitas. Konsep baru ini mengubah wajah Posyandu menjadi pusat kegiatan masyarakat yang tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak, tempat diskusi ibu-ibu, serta laboratorium sosial bagi kader desa.
Di dalam proyek ini, Posyandu tidak hanya memberikan pelayanan imunisasi atau pemberian vitamin, tetapi juga akan dilengkapi dengan sarana edukatif, pojok baca anak, hingga ruang konseling untuk orang tua dan remaja. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan masyarakat dari tingkat keluarga.

Kepala Dinas PMD beserta staff, Kadis Kesehatan PPKB, Kepala Puskesmas Daik (Foto: Indra/Diskominfo Lingga)
15 Program Prioritas Dinas Kesehatan: Jawaban atas Tantangan Kesehatan Masyarakat
Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr. Bukit T.R Gultom, dalam rapat tersebut turut memaparkan 15 program strategis yang akan mendukung keberhasilan layanan Posyandu di tahun 2025. Program-program tersebut antara lain:
-
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
-
Pelayanan Kesehatan Remaja
-
Pelayanan Kesehatan Lansia
-
Imunisasi dasar lengkap
-
Pemberian Vitamin A
-
Program Keluarga Berencana (KB)
-
Penyuluhan dan Konseling
-
Pelatihan Kader
-
Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
-
Pengembangan kreativitas remaja
-
Kelas Ibu Balita
-
Pemantauan tumbuh kembang anak
-
Penanggulangan penyakit diare
-
Layanan kesehatan jiwa (ODGJ)
-
Penanganan penyakit menular seperti TBC
“Program sudah kami rancang sedetail mungkin, mulai dari hulu hingga hilir. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan kesiapan para kader. Mereka adalah garda terdepan yang menjembatani pemerintah dengan masyarakat,” tegas dr. Gultom.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB dr. Bukit T.R Gultom (Foto: Indra/Diskominfo Lingga)
Kader sebagai Motor Penggerak Posyandu
Peningkatan kapasitas kader menjadi prioritas utama dalam strategi pengembangan Posyandu. Mereka tidak hanya dilatih dalam hal teknis medis seperti pengukuran tumbuh kembang anak, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang psikologi anak, komunikasi interpersonal, serta manajemen kegiatan edukatif.
“Dengan membekali kader dengan pengetahuan yang luas, kita menjadikan mereka agen perubahan di lingkungannya. Posyandu akan menjadi tempat yang inklusif, ramah anak, dan mampu memberikan dukungan bagi seluruh anggota keluarga,” jelas Maratusholiha.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Sukses
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas PMD, Kepala Puskesmas Daik, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pelayanan yang terpadu. Kepala Dinas PMD menyatakan dukungan penuh dalam hal regulasi dan pembiayaan, termasuk optimalisasi Dana Desa dan anggaran operasional kader.
Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan rencana kerja Posyandu 2025. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai program tidak hanya akan berjalan lebih efektif, tetapi juga lebih cepat memberikan dampak nyata di masyarakat.

Rapat koordinasi Tim Pembina Posyandu bersama lintas sektor di Ruang Rapat DPMD, 3 Juni 2025
Mengatasi Tantangan Geografis Melalui Inovasi Lokal
Sebagai wilayah kepulauan dengan banyak desa yang tersebar, Kabupaten Lingga menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Namun, justru karena kondisi ini, peran Posyandu menjadi semakin krusial. Dengan memaksimalkan fungsi Posyandu sebagai pusat layanan langsung di desa, pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses fasilitas dasar.
Inisiatif seperti Posyandu Terpadu yang akan diterapkan di Mentuda menunjukkan bagaimana inovasi lokal mampu menjawab persoalan struktural pembangunan. Pendekatan berbasis desa dinilai paling efektif dalam konteks geografis Lingga.
Menuju Lingga Sehat, Cerdas, dan Mandiri
Dengan diluncurkannya Rencana Kerja Posyandu 2025, Kabupaten Lingga tengah menata ulang arah pembangunan masyarakat dari tingkat paling bawah. Visi besar yang diusung adalah menjadikan masyarakat Lingga tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam berpikir dan mandiri dalam bertindak.
Langkah ini bukan sekadar strategi teknis, tetapi bentuk nyata dari keinginan pemerintah daerah untuk membangun fondasi masa depan yang lebih baik. Keterlibatan aktif masyarakat, peran vital kader, serta dukungan lintas sektor menjadi tiga pilar utama dalam mewujudkan mimpi ini.
Melalui Posyandu yang modern, terintegrasi, dan inklusif, Lingga tidak hanya bergerak menuju pembangunan kesehatan yang merata, tetapi juga menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing. Semuanya dimulai dari sebuah ruang sederhana di desa—ruang yang kini menjadi jantung dari transformasi sosial yang sesungguhnya.
-
Batam3 jam agoEnam Oknum Petugas BC Batam Diduga Keroyok Sopir Truk di Pelabuhan Roro Punggur
-
Batam2 hari agoAda Gangguan Pelayanan Air Bersih di IPA Mukakuning 1 & 2, Ini Wilayah Terdampak Suplai Air Mengecil
-
Headline3 hari ago“Sejauh Doa Cahaya Batam” Bukti Kreativitas Anak Batam di Bidang Perfilman
-
Headline1 hari agoDi Antara Abu dan Harapan, Rumah Maryani Akan Berdiri Kembali
-
Batam2 hari agoRute Singapura – Batam Semakin Dekat dengan AirFish Voyager
-
Bintan3 hari agoTerus Lahirkan Wirausaha Muda, Bupati Roby Buka Pelatihan Keahlian Barber
-
BP Batam2 hari agoGotong Royong Bersama RSBP Batam, Jadikan Kebersihan Budaya Kerja Berkelanjutan
-
Batam2 hari agoOknum Guru SMKN di Batam Berbuat Asusila pada Siswa Ditetapkan Tersangka



