Connect with us

Headline

Wagub Nyanyang Dampingi Mentan Amran Sidak Hasil Penegahan Kanwil BC Tanjungbalai Karimun

Published

on

16d15869ea2950817ba52a1bf3796ac8
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan di Tanjungbalai Karimun, Kepri, Senin (19/1/2026). Mentan Amran didampingi Wagub Nyanyang Haris Pratamura.

Karimun, Kabarbatam.com – Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan di Tanjungbalai Karimun, Kepri, Senin (19/1/2026).

Salah satu kegiatan Mentan adalah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjungbalai Karimun. Sidak dilaksanakan terkait pengungkapan penyelundupan ribuan ton beras ilegal.

072e906cd5a6116b803a77f63c5c211e

Dalam kesempatan ini, Mentan Amran menegaskan penyelundupan beras ke wilayah Indonesia tidak bisa dibiarkan karena merugikan petani.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada. Stok beras nasional lebih 3 juta ton,” tegas Amran.

Aparat Kanwil Bea Cukai Karimun mengamankan seribu ton beras ilegal. Sebanyak 345 ton masih berada di gudang Bea Cukai.

F074e32cbbc3bd159e19b7a0e5193562 (1)

Beras tersebut diketahui diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjungpinang, wilayah yang secara faktual bukan daerah produsen beras dengan tujuan ke sejumlah daerah sentra produksi seperti Palembang dan Riau.

Pola distribusi ini menurut Mentan Amran tidak masuk akal dan menguatkan dugaan penyelundupan – dikirim dari daerah tidak memiliki sawah ke wilayah yang surplus.

Mentan menegaskan ini harus diusut tuntas dan tidak berhenti di pelaku lapangan.

Cc43cd03572c7bf9f0d499bfd81daa7d

Selain beras, Kanwil Bea dan Cukai Karimun juga juga mengamankan gula pasir, cabai kering, bawang merah dan bawang putih yang seluruhnya tidak dilengkapi sertifikat karantina.

Selain itu, pengiriman komoditas tersebut juga tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Amran menekankan pelanggaran karantina yang berisiko menimbulkan penyebaran penyakit dan hama yang dapat menghancurkan sektor pertanian dan peternakan nasional. Misalnya penyakit mulut dan kuku.

“Pelanggaran karantina bukan sekadar persoalan volume atau nilai ekonomi saja,” tegas Mentan Amran lagi.

Cfc4c155f727d1f6c6a0ae736b0a4542

Di kesempatan ini, Wagub Nyanyang menegaskan jika Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sangat mendukung upaya penegahan masuknya komoditi pangan non prosedural ke wilayah Kepri.

Nyanyang menyebut Pemprov Kepri segera akan melaksanakan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk mencegah kerugian negara, petani, peternak, serta menghindari adanya penyebaran penyakit. (med)

Advertisement

Trending