Connect with us

Anambas

Wan Zuhendra Sambut Baik Usulan Program Bedah Pompong Nelayan Anambas

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

Img 20240720 Wa0533
Wan Zuhendra saat berdiskusi dengan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas dan nelayan, di warung kopi tige beradik Tarempa, Sabtu (20/7).

Anambas, Kabarbatam.com – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra menyambut baik usulan program bedah perahu motor (pompong) nelayan.

Sambutan baik Wan Zuhendra ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan.

“Saya sepakat dengan usulan bedah kapal motor nelayan, untuk memperbaiki bodi kapal motor nelayan yang sudah berusia tua, sehingga nelayan dapat kembali mencari rezeki dan aman saat melaut,” ujar Wan Zuhendra saat berdiskusi dengan pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas dan nelayan, di warung kopi tige beradik Tarempa, Sabtu (20/7).

Img 20240720 Wa0534

Wakil Bupati dua periode itu langsung mengintruksikan Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mempelajari dan menganggarkannya.

Selain modernisasi alat penangkapan ikan, Wan Zuhendra akan mengupayakan agar sektor budidaya dapat digalakkan kembali.

“Saat Indonesia mengalami krisis moneter 1998, masyarakat Anambas khususnya nelayan tidak terdampak, karena kita saat itu banyak pelaku budidaya ikan yang transaksi jual belinya dengan dolar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menyoroti tentang pentingnya keselamatan nelayan saat melaut. Menurutnya perlu adanya alat keselamatan yang dapat mengirimkan sinyal kepada Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) saat nelayan mengalami resiko kecelakaan atau kerusakan.

Img 20240720 Wa0535

Sementara itu, Ketua HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Syahputra menyampaikan pentingnya program bedah pompong nelayan. Karena, menurutnya di lapangan terdapat beberapa pompong nelayan di setiap Desa yang sudah tidak layak tetapi masih dipaksakan nelayan untuk melaut.

“Kalau pengadaan pompong baru, anggarannya sangat besar, akan tetapi kalau pemerintah daerah memperbaiki pompong nelayan dengan anggaran terbatas, nelayan yang terbantu akan lebih banyak,” ungkap Dedi. (Revi)

Advertisement

Trending