Headline
Warga Tanjungpinang Panen Padi di Atas Lahan Bekas Tambang Bauksit
Tanjungpinang, Kabarbatam.com – Padi yang ditanam Ady Indra Pawennari, warga Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) di atas lahan bekas tambang bauksit di pekarangan rumahnya berhasil dipanen.
“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa panen padi hari ini. Saya sangat senang, karena di tengah-tengah pesimisme banyak orang, kami bisa hadir memberikan bukti,” ungkap Ady Indra Pawennari di sela-sela kegiatan panen, Sabtu (10/6/2023).
Pria kelahiran Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tahun 1973 itu, tak henti-hentinya menebar senyum kepuasan atas keberhasilannya menaklukkan lahan bekas tambang bauksit menjadi lahan produktif penghasil bahan pangan.

“Keberhasilan ini bukan saja karena lahannya bekas tambang bauksit, tapi ini adalah sejarah baru bagi kota Tanjungpinang yang untuk pertama kalinya berkontribusi sebagai daerah penghasil padi di Indonesia,” jelasnya.
Ady juga mengaku bangga atas apresiasi dan respon positif sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas keberhasilannya menanan padi di atas lahan bekas tambang bauksit.
“Saya bukan siapa-siapa, saya bukan peneliti dan juga bukan sarjana pertanian. Tapi, saya anak petani yang sudah biasa sejak kecil menanam padi di kampung halaman di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, padi varietas CL 220 yang dipanen Ady di atas lahan seluas 4 x 9 meter di belakang rumahnya itu, mampu menghasilkan gabah kering panen sebanyak 39 kilogram atau 10 ton per hektar.
Keberhasilan Ady menanam padi di atas lahan bekas tambang bauksit ini, tak lepas dari keseriusannya menekuni bidang pertanian dan inovasi cocopeat atau serbuk sabut kelapa yang dikembangkannya selama ini.
Tanah bauksit yang tadinya keras dan berbatu bisa menjadi lembab dan gembur karena rekayasa cocopeat yang memilki keunggulan mudah menyerap dan menyimpan air dalam jangka waktu tertentu.

“Jadi, jangan lihat jumlah hasilnya. Tapi, lihat capaiannya. Paling tidak, saya bisa buktikan hari ini, bahwa Tanjungpinang sudah bisa menghasilkan padi,” tambahnya.
Ady yang pernah dianugerahi gelar Pahlawan Inovasi Teknologi dari MNC Media tahun 2015 silam, siap menjadi bapak angkat bagi masyarakat Tanjungpinang yang ingin mengembangkan tanaman padi.
“Kalau ada masyarakat yang berminat mengikuti jejak saya, Insya Allah saya siap jadi bapak angkat. Artinya, saya bersedia melakukan pendampingan, baik dari sisi teknologi, pembiayaan dan pengolahan pasca panen,” tutupnya. (*)
-
BP Batam3 hari agoBP Batam di SMF 2026 Singapura: Jadikan Batam Pusat Eksekusi Investasi Tercepat di Asia Tenggara
-
Batam1 hari agoWakil Kepala BP Batam Tinjau Kondisi 4 Waduk, Pastikan Progres Perbaikan Pipa Distribusi dan Ketahanan Air Terjaga
-
Batam2 hari agoGowes Kolaborasi BFB dan PLN Batam, Dukung Batam Sehat dan Menyala Lebih Terang
-
Bintan2 hari agoKJK Hadirkan Menteri Kehutanan Tanam Mangrove di Bintan: Tak Sekadar Berita, Tapi Ikut Mendorong Perubahan
-
Batam2 hari agoBantu Jaga Daya Beli Masyarakat, Makmur Elok Graha Gelar Pasar Murah Artha Graha Peduli di Batam, Rempang dan Galang
-
Batam2 hari agoAksi Sosial dan Bersih Pantai KJK Tuai Apresiasi dari Berbagai Kalangan
-
Bintan2 hari agoSekda Bintan Apresiasi KJK, Aksi Tanam Mangrove Akan Dihadiri Menteri Kehutanan dan Delegasi Jepang
-
Batam1 hari ago‘Spesialis’ Pembobol Rumah Kosong Jaringan Lintas Provinsi Dibekuk Jatanras Polda Kepri



