Connect with us

Headline

Kontak dengan Gubernur, Wali Kota Batam Tidak Test Swab? Ini Penjelasan Kadinkes Batam

redaksi.kabarbatamnews

Published

on

F114999296

Batam, Kabarbatam.com– Sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah, pejabat eselon, dan anggota DPRD melakukan test swab usai menghadiri acara silaturahmi Gubernur Kepri H. Isdianto pasca pelantikan 27 Agustus 2020 lalu.
Pada acara silaturahmi tersebut, banyak masyarakat yang berinteraksi dengan Gubernur, termasuk melakukan kontak erat dengan Gubernur, yang telah dinyatakan terpapar covid-19.
Salah satu kepala daerah yang hadir di acara silaturahmi tersebut, Wali Kota Batam H. Muhammad Rudi. Rudi hadir di acara tepung tawar yang diselenggarakan di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.
Sejauh ini belum ada kabar apakah Rudi melakukan test swab untuk memastikan apakah terpapar covid-19 atau tidak seusai menghadiri acara Gubernur di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.
Terkait kehadiran Wali kota di acara tersebut dan perlu tidaknya melakukan test swab, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr Didi Kusmarjadi.
Didi mengatakan bahwa kita berpatokan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK)  Revisi Kelima. Salah satu point dalam keputusan tersebut mengatur tentang ketentuan Swab.
“Di antaranya adalah kontak primer yang bergejala. Yakni, berdekatan  dengan jarak satu meter, minimal selama 15 menit maka harus melakukan test swab,” ungkap Didi kepada Kabarbatam.com, Sabtu (2/8/2020).
Bila sekadar papasan, selama tidak ada kontak erat tidak diharuskan melakukan test swab. Namun apabila, sambung Didi, seseorang melakukan kontak erat dengan orang bergejala maka baru bisa dilakukan test swab.
“Apabila tidak masuk dalam kriteria kontak erat, seperti yang disebutkan dalam KMK Revisi Kelima, khususnya dengan bergejala maka tidak diharuskan test swab,” tambahnya.
Terkait dengan kehadiran Wali Kota di acara penyambutan Gubernur di Gedung Daerah, sambung Didi, tidak masuk dalam kriteria kontak erat. “Artinya Pak Wali Kota tidak perlu melakukan test swab,” ujarnya.
“Kriteria kontak erat di Swab itu misalnya tenaga medis atau tenaga kesehatan, atau seseorang yang kontak erat dengan orang bergejala atau tidak dengan jarak satu meter selama 15 menit, itu tentu memenuhi definisi. Kalau sekadar papasan, atau bertemu dan tidak ada kontak erat maka tidak perlu test swab,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepri H. Isdianto dinyatakan terpapar covid-19. Hasil tersebut beberapa hari setelah Isdianto dilantik sebagai Gubernur definitif Provinsi Kepri di Istana Negara Jakarta oleh Presiden RI.
Sebelumnya, ajudan Gubernur berinisial DPS, 28, lebih dulu dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil test swab. Ajudan tersebut dan Gubrrnur Kepri saat ini menjalani karantina mandiri selama 14 hari. (aan)

Advertisement

Trending