Connect with us

Kesehatan

Jangan Panik! Ini 3 Cara Menurunkan Panas pada Bayi secara Mandiri

Published

on

Bayi

Kabarbatam.com– Saat bayi demam atau panas dapat membuat sejumlah orang tua panik. Untuk itu, penting mengetahui cara menurunkan panas pada bayi secara mandiri agar tak lagi panik.

Suhu tubuh naik atau demam adalah kondisi yang sering dialami anak-anak ketika sakit. Dalam kondisi ini, orang tua perlu mengambil tindakan pertolongan pertama agar demam anak tidak menyebabkan sakit yang parah.

Menurut dokter spesialis anak Kurniawan Taufiq Kadafi, demam adalah kondisi tubuh anak yang berada di atas suhu tubuh normal, yakni di atas 37,5 derajat Celsius saat diukur di ketiak dan di atas 38 derajat Celsius ketika diukur melalui dubur atau rektal.

“Demam merupakan masalah yang paling sering membuat orang tua khawatir. Kekhawatiran terjadi karena ketakutan bila demam tidak turun, anak bisa mengalami kejang,” kata Kurniawan, dalam buku Mengatasi Gawat Darurat pada Anak.

American Academy of Pediatric (AAP) menjelaskan bahwa suhu tubuh anak dibagi dua, yakni:

Usia 0-3 bulan
– Suhu normal rektal sampai 38 derajat Celsius.

– Suhu normal oral atau mulut sampai 37,5 derajat Celsius.

Usia > 3 tahun
– Suhu normal rektal sampai 37,8 derajat Celsius.

– Suhu normal oral atau mulut sampai 37,2 derajat Celsius.

Berikut cara menurunkan panas bada bayi sebagai upaya pertolongan pertama.

1. Konsumsi obat

Anda bisa memberikan obat ibuprofen atau parasetamol sebagai cara menurunkan panas pada bayi. National Health Service (NHK) menyebut bahwa ibuprofen bisa diberikan pada anak mulai usia 3 bulan hingga 7 tahun.

Sedangkan parasetamol bentuk sirup sudah bisa diberikan pada bayi berusia mulai 2 bulan. Namun, pemberiannya perlu dikonsultasikan dengan dokter anak agar dosisnya tepat.

Kurniawan mengatakan bahwa pemberian obat penurun panas enggak boleh sembarangan. Obat-obat ini dapat diberikan bila:

– Suhu tubuh di atas 38,5 derajat Celsius
– Anak merasa tidak nyaman
– Demam menimbulkan efek yang merugikan, seperti berisiko terjadi kerusakan saraf, memicu kejang, dan dehidrasi.

2. Kompres air hangat
Kompres air hangat dapat diberikan sebagai cara menurunkan panas pada bayi. Langkah ini disebut juga pertolongan pertama saat anak demam.

Kompres air hangat dapat diberikan bersamaan dengan konsumsi obat penurun panas.

Kedua cara ini sangat dianjurkan pada bayi yang mengalami demam tinggi dan membahayakan.

“Penurunan suhu tubuh paling efektif pada anak yang demam adalah dengan memberikan obat penurun panas dan kompres air hangat secara bersamaan,” ujar Kurniawan.

“Pemberian obat dan kompres secara bersamaan juga bisa membuat anak merasa nyaman,” sambungnya.

Kompres air hangat dengan suhu 29,4 sampai 32,2 derajat Celcius. Hindari kompres dingin karena akan merangsang penyempitan pembuluh darah dan membuat suhu tubuh semakin naik.

Selain kompres, Anda bisa menyeka atau memandikan Si Kecil dengan air hangat. Ini bisa menjadi cara menurunkan panas pada bayi yang sedang demam tinggi.

3. Penuhi cairan tubuh

Sebagaimana dilansir Healthline, demam pada bayi bisa menyebabkan anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Pastikan buah hati selalu mendapatkan cukup cairan agar demam bisa turun atau kondisi tidak semakin parah.

Anda juga harus tetap menyusui Si Kecil ya. Pastikan pula popoknya basah, mulut tidak kering, dan mengeluarkan air mata saat menangis.

Kondisi bayi perlu ditangani dokter
Bila cara menurunkan panas pada bayi tidak berhasil, Anda perlu membawanya ke dokter untuk mendapatkan pertolongan.

Berikut lima kondisi anak demam yang perlu ditangani tenaga medis, menurut dokter.

– Anak sudah diberi obat penurun panas seperti parasetamol sebanyak tiga kali, tapi demam tidak turun.

– Anak sudah diberikan obat penambah daya tahan tubuh atau obat demam selama tiga hari, tapi panas masih naik-turun.

– Demam dengan riwayat kejang sebelumnya. Anak dengan kondisi ini takutnya berisiko kejang ketika demam tidak turun.

– Demam disertai komplikasi, misalnya muntah dan diare yang terus-menerus, sehingga nafsu makan menurun dan berisiko dehidrasi.

– Demam disertai penurunan kesadaran atau penurunan aktivitas anak, misalnya anak tampak lemas.(*)

Advertisement

Trending