Connect with us
Puri Selebriti Batam Himalaya Batam BSC Mall

Batam

Panbil Group Bantah Melakukan Kegiatan Pengembangan Lahan Secara Ilegal

Published

on

Foto Bantahan Panbil Group, Direktur Lingkungan Panbil, Panbil Group, Pengembangan Lahan, Teddy Tambunan

Batam, Kabarbatam.com – Dituding melakukan kegiatan pengembangan lahan secara ilegal, Panbil Group menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengembangan lahan telah dilengkapi dengan perizinian.

Direktur Lingkungan Panbil, Teddy Tambunan mengatakan, pengembangan kawasan industri ini sebagai jawaban atas kebutuhan investor yang memerlukan lahan untuk merintis maupun mengembangkan usaha di Batam. Begitu juga dengan kawasan hunian, dimana pembangunan unit-unit baru diharapkan dapat memenuhi permintaan customer potensial.

“Secara matang, permohonan perluasan lahan tersebut telah diajukan pada tahun 2015 kepada BP Batam selaku lembaga yang bertugas, berwenang di bidang perizinan, pembinaan, pengawasan kegiatan pengelolaan, pengembangan, pembangunan di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam,” ujar Direktur Lingkungan Panbil, Teddy Tambunan melalui siaran pers yang diterima awak media, Kamis (28/10/2021).

Dijelaskan Teddy, setelah melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan, permohonan tersebut disetujui oleh BP Batam pada tahun 2018, dengan pelaksanaan pengembangan diinisiasi di awal 2021 sampai dengan kegiatan pematangan lahan yang saat ini berlangsung.

“Dengan adanya pemberitaan-pemberitaan negatif dan tendensius terkait dengan izin dan legalitas kegiatan pematangan lahan, kami menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengembangan lahan yang dilakukan telah dilengkapi dengan izin yang diperlukan, termasuk perizinan terkait status legalitas lahan, lingkungan hidup dan kegiatan pematangan lahan,” ungkap Teddy Tambunan.

Bahkan, kata Teddy, rencana pengembangan kawasan Panbil dapat dipastikan telah selaras dengan rencana tata ruang Pemerintah Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau sesuai peraturan daerah yang berlaku saat ini.

Kekhawatiran dalam bentuk statement negatif dari beberapa pihak, bahwa pembangunan ini akan merusak ekosistem dan lingkungan juga tidak beralasan. Mengingat, pengembangan kawasan dilakukan di dalam batas Penetapan Lokasi (PL) yang diterbitkan oleh BP Batam.

“Dapat dipastikan bahwa PL yang diterbitkan oleh BP Batam bukan berstatus kawasan hutan lindung,” tegasnya.

Lanjut, Teddy menyampaikan, begitu juga dengan tudingan tidak berdasar mengenai kegiatan pengembangan yang dianggap mempengaruhi ketersediaan air baku.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Panbil Group telah dilengkapi dengan kajian teknis dan lingkungan hidup (AMDAL, RKL-RPL) yang telah dipaparkan dan dibahas dengan seksama serta mendapatkan persetujuan dari instansi yang berwenang termasuk pelaksanaannya yang mendapatkan pembinaan dan pengawasan melekat dari instansi terkait, termasuk BP Batam dan Dinas Lingkungan Hidup,” terangnya.

Teddy menegaskan, apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan usaha Panbil Group, tentu berdampak terhadap kelestarian lingkungan maka dipastikan instansi- instansi tersebut akan melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan sesuai kewenangannya.

Selain itu, Panbil Group secara rutin berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk memastikan kepatuhan dan ketaatan terhadap kaidah-kaidah pelestarian hutan dan lingkungan hidup,

“Terutama dengan adanya salah satu unit usaha Panbil Group yang diberikan tanggung jawab dan kepercayaan oleh KLHK dalam mengelola dan mengembangkan Taman Wisata Alam Muka Kuning sebagai kawasan konservasi alam,” tambahnya.

Dalam menjalankan kegiatannya, unit-unit usaha di bawah naungan Panbil Group memastikan pelaksanaan yang berwawasan lingkungan dengan upaya sistematis dan terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.

Atas komitmen tersebut, Panbil Group diberikan kepercayaan sebagai perusahaan yang secara konsisten setiap tahun berturut-turut selama satu dekade mendapatkan predikat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang diprakarsai oleh KLHK

“Artinya Panbil Group telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, perusahaan penerima predikat PROPER Biru telah melalui proses pengujian yang kompleks, panjang dan berjenjang melibatkan berbagai tenaga ahli, akademisi, instansi pemerintah dan pemangku kepentingan.

“Mereka melakukan pengumpulan data, evaluasi dan asesmen terhadap kinerja perusahaan di bidang pengelolaan air, udara, limbah, dan pelestarian lingkungan hidup, termasuk kelengkapan fasilitas-fasilitas pengelolaan yang diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tutur Teddy.

Untuk menjaga kepercayaan tersebut, serta menyambut tren global pengelolaan usaha yang berwawasan lingkungan, Panbil Group selalu melengkapi diri dengan tenaga ahli dari berbagai latar belakang ilmu dan keterampilan yang unggul, sehingga menjadikan Panbil Group sebagai perusahaan nasional dengan kemampuan internasional.

Melalui perpaduan antara sumber daya manusia, mitra dan para pemangku kepentingan yang terpercaya, serta teknologi terkini, Panbil Group mampu memberikan hasil terbaik bagi pelanggan dan lingkungan dengan menawarkan solusi dan layanan yang inovatif.

Tak hanya itu, Panbil Group juga senantiasa menjalin kemitraan dan menjaga hubungan baik dengan insan-insan pers, mengingat pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi dan kontrol sosial yang berperan dalam mengembangkan pendapat umum.

Tugas dan peran mulia tersebut hanya dapat tercapai dengan praktik jurnalisme berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar, demi terciptanya dunia pers yang faktual, sehat dan tidak beritikad buruk atau tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

“Kami harapkan informasi yang disampaikan ini dapat meluruskan muatan- muatan berita dengan materi dan narasi-narasi yang bersifat negatif dan tendensius, untuk mencegah berkembang dan timbulnya persepsi yang keliru di masyarakat,” pungkasnya. (R/Atok)

Advertisement

Trending