Natuna
Dendam Sering Diomelin, Shaibani Kena Bacok Sesama ABK
Natuna, Kabarbatam.com – Aparat gabungan di Pulau Laut Natuna berhasil mengamankan seorang pelaku pembacokan di atas kapal tangkap rawai di perairan pulau Laut, Kamis (29/2) kemarin.
Selain mengamankan pelaku, Personel Pos TNI AL yang berada di Pulau laut bersama Babinkamtibmas dan personel Koramil berhasil mengevakuasi korban setelah menerima laporan peristiwa di tengah laut Pulau Laut sekitar pukul 12.30 WIB.
Pelaku diketahui bernama Tian Agus Firmansyah, berkelahi dengan korban bernama Syaibani, 39. Korban pun ditusuk saat KM Indra Buana yang nakhodai Hanafi sedang menebar jaring rawai.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Natuna, Aipda David Arviad membenarkan adanya pembacokan sesama ABK KM Indah Buana di perairan Pulau Laut. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Pulau Tiga Barat dan dalam perjalan untuk diserahkan di Satreskrim Polres Natuna.
“Korban yang ditusuk sudah di evakuasi ke rumah sakit, karena mengalami luka tusuk,” jelasnya, Jumat (1/3).
Berdasarkan keterangan lapangan aparat setempat, kejadian berada di posisi 03.38.300’N dan 108.05.268’E. Pembacokan diduga persoalan dendam. Pelaku sebagai juru masak tidak diterima sering diomelin korban, yang berada dibagian pasang pancing. (Man)
-
Batam2 hari agoPenyelundupan 12 Ribu Batang Kayu Bakau ke Singapura Digagalkan Ditpolairud Polda Kepri
-
Batam1 hari agoPengurus AMSI Kepri 2025–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Media Digital Berkualitas
-
Batam2 hari agoAdy Indra Pawennari: KJK Wadah Komunitas, Tidak Ada Dualisme Loyalitas
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Batam2 hari agoAmsakar – Li Claudia Tekankan Akuntabilitas Dana Hibah, KONI Batam Targetkan Juara Umum Porprov 2026
-
Headline1 hari agoGuntur Sahat Tegaskan Komitmen Kanwil Imigrasi Kepri Jadikan Media Mitra Strategis
-
Bintan10 jam agoBintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
-
Batam7 jam agoArdi Beri Ilmu Pariwisata, Budaya, dan Ekraf kepada Pemandu Wisata APM



