Ekonomi
Ekonomi Kepri Tumbuh 4,76% di Triwulan I 2019, Kegiatan Investasi Melambat

BATAM, KABARBATAM.com– Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Triwulan I 2019 mencapai 4,76% (year to year atau yoy). Meski tercatat melambat dibandingkan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2018 sebesar 5,48% (yoy), kinierja perekonomian ini masih baik dan terjaga.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang melambat tersebut tidak lepas dari pengaruh perilaku wait and see serta dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Fadjar mengatakan, dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2019 dipicu oleh penurunan kinerja ekspor dan perlambatan investasi. Sementara kinerja konsumsi tetap tumbuh meningkat.
“Ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 5,96% (yoy) sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global, terutama penurunan permintaan dari Singapura terhadap komoditas ekspor utama Kepri,” ungkap Fadjar dalam Press Release Laporan Perekonomian Provinsi Kepri Triwulan I 2019, di Radisson Hotel, Batam, Kamis (23/5/2019).
Diungkapkan Fadjar, perkembangan ini turut berpengaruh pada perlambatan kegiatan investasi Triwulan I 2019, di samping adanya pengaruh sikap wat and see menjelang Pemilu 2019. Investasi di Kepri tercatat hanya tumbuh 0,67% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018 sebesar 10,23% (yoy).
Sejalan dengan perkembangan tersebut, kata Fadjar, impor juga mengalami kontraksi terutama pada bahan baku dan barang modal sehingga tercatat tumbuh negatif sebesar 26,82% (yoy).
Sementara itu, kinerja komsumsi mengalami perbaikan dengan komsumsi rumah tangga yang tercatat meningkat mencapai 5,04% (yoy), dibandingkan Triwulan lalu yang tumbuh sebesar 4,57% (yoy).
Adapun sektor konstruksi, juga pada Triwulan I 2019 juga menurun atau tumbuh melemah menjadi 2,72% (yoy) dibandingkan pertumbuhan triwulan IV 2018 yang tercatat sebesar 8,06%. Penurunan sektor kontruksi, sambung Fadjar, salah satunya dikarenakan belum maksimalnya realisasi belanja APBD.
Demikian halnya dengan perdagangan, perkembangannya juga tumbuh melemah sebesar 4,69% (yoy) dibandingkan pertumbuhan pada Triwulan IV 2018 yang tumbuh sebesar 7,43% (yoy).
“Perlambatan kinerja perdagangan, tidak terlepas dari penurunan kinerja ekspor dan impor serta perlambatan kunjungan wisman di Triwulan I 2019. Sebaliknya, kinerja pertambangan dan penggalian pada Triwulan I 2019 tumbuh 9,86% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya hanya tumbuh sebesar 7,70% (yoy). Hal ini ditopang oleh kenaikan lifting gas alam,” urai Fadjar.
Fadjar menambahkan, adapun inflasi Kepri pada triwulan I 2019 sebesar 2,71% (yoy) lebih rendah dibanding inflasi triwulan IV 2018 sebesar 3,47% (yoy). “Penurunan inflasi pada triwulan I 2019 tersebut terutama dikontribusi oleh kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar,” pungkasnya. (war)









-
Batam1 hari ago
Kesal Gegara Judi Slot, Wanita Muda di Batam Tikam Pacar hingga Tewas
-
Natuna2 hari ago
Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara Makin Mudah, Lewat Malaysia ke Natuna
-
Headline2 hari ago
Sukseskan Mubes dan PSBM di Makassar, KKSS Kepri Utus 35 Orang Peserta dan Delegasi
-
Natuna2 hari ago
Momen Lebaran Masih Hangat di Natuna, Sejumlah Tokoh Politik Bersilaturahmi
-
Batam15 jam ago
Solusi untuk Kepri Menghadapi Tarif Impor yang Dikenakan Presiden AS Donald Trump
-
Batam3 hari ago
Ada Interkoneksi Pipa di Sei Harapan Sekupang, Ini Wilayah Terdampak Aliran Air Mengecil
-
Bintan2 hari ago
Lebaran Ketiga, Bupati Roby Kurniawan Gelar Open House di Kediaman
-
Headline3 hari ago
Halal Bi Halal Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Masyarakat Sambut Gembira Hari Kemenangan